Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, salah satu bagian terpenting dalam proses pelaksanaan sistem adalah kegiatan verifikasi individual. Lalu apakah verifikasi individual itu sendiri?
Verifikasi individual adalah suatu kegiatan verifikasi pada sistem yang dijalankan tidak melihat secara total proses. Pelaksanaan lebih mengarah kepada bagaimana proses dijalankan untuk dapat memastikan bahwa pelaksanaan dari suatu pengendalian proses ataupun PRP telah dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ada. Memastikan kembali bahwa proses pengendalian telah dijalankan sesuai.
Verifikasi individual patut dijalankan sebagai bentuk dari tahapan proses yang dipergunakan untuk memastikan bahwa sistem telah dijalankan. Program verifikasi ini sebaiknya dijalankan secara tepat dan efektif serta apabila memungkinkan untuk dijalankan secara harian. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda dijalankan secara tepat dan maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Blog Konsultasi dan Informasi Sistem Manajemen (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Rabu, 30 November 2016
Menjalankan Verifikasi Individual dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan
Selasa, 01 November 2016
Memahami Fraud Sebagai Bahaya Keamanan Pangan
Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan, proses pengendalian bahaya juga dijalankan untuk memastikan tersedianya keamanan pangan dari potensi Fraud. Beberapa praktek Fraud dapat muncul terkait dengan upaya dari industri pangan untuk mendapatkan keuntungan secara maksimal.
Beberapa praktek Fraud yang umumnya dijalankan oleh industri pangan dapat berjalan sebagai berikut.
(1) Food Adulteration
Dimana perusahaan menjalankan praktek manipulatif dengan mengganti komponen produk dengan material yang tidak otentik ataupun dengan mengubah komposisi produk sehingga di luar dari persyaratan standar yang disebutkan.
(2) Food Labeling
Pemberian label dan statement produk yang di dalamnya tidak sejalan dengan kandungan isi produk. Pertimbangkan khusus untuk memastikan tersedianya pengujian lengkap apabila perusahaan menginformasikan manfaat khusus pada produk.
(3) Food Authentication
Memastikan orisinalitas dari produk, dimana perusahaan menjadi seluruh informasi originalitas dari produk tersebut. Bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa seluruh keaslian dari produk tersebut dapat terjaga secara maksimal.
Pengendalian terkait dengan status Fraud menjadi bagian penting dalam pengelolaan keamanan pangan perusahaan. Pastikan perusahaan Anda menjalankan konsep anti Fraud yang tepat dalam program keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Beberapa praktek Fraud yang umumnya dijalankan oleh industri pangan dapat berjalan sebagai berikut.
(1) Food Adulteration
Dimana perusahaan menjalankan praktek manipulatif dengan mengganti komponen produk dengan material yang tidak otentik ataupun dengan mengubah komposisi produk sehingga di luar dari persyaratan standar yang disebutkan.
(2) Food Labeling
Pemberian label dan statement produk yang di dalamnya tidak sejalan dengan kandungan isi produk. Pertimbangkan khusus untuk memastikan tersedianya pengujian lengkap apabila perusahaan menginformasikan manfaat khusus pada produk.
(3) Food Authentication
Memastikan orisinalitas dari produk, dimana perusahaan menjadi seluruh informasi originalitas dari produk tersebut. Bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa seluruh keaslian dari produk tersebut dapat terjaga secara maksimal.
Pengendalian terkait dengan status Fraud menjadi bagian penting dalam pengelolaan keamanan pangan perusahaan. Pastikan perusahaan Anda menjalankan konsep anti Fraud yang tepat dalam program keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 17 Oktober 2016
Pengendalian Control Measure dalam Keamanan Pangan
Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, terdapat sistem pengendalian berupa Control Measure yang ditetapkan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Control Measure adalah suatu tindakan yang diperlukan oleh perusahaan terkait dengan proses mengurangi ataupun menghilangkan resiko bahaya keamanan pangan yang muncul.
Kegiatan proses ini, dapat dijalankan dengan melakukan program agenda sebagai berikut.
(1) Penghilangan Secara Fisik
Proses penghilangan secara fisik dilakukan dengan menghilangkan kontaminan yang muncul secara visual. Pola pemisahan dilakukan secara fisik yaitu dengan melalui proses pengayakan ataupun pemisahan dengan menggunakan proses fisik lainnya seperti panas dan lainnya
(2) Penghilangan dengan Kimiawi
Penghilangan resiko dilakukan dengan bantuan penggunaan bahan kimia seperti sanitizer ataupun bahan tambahan pangan lainnya yang dapat dipergunakan untuk menghilangkan ataupun mengurangi resiko keamanan pangan yang ada.
(3) Penghilangan dengan biologi
Penanganan treatment ataupun aplikasi penanganan dengan metode biologi. Aplikasi terhadap penerapan biologi ini dilakukan dengan penanganan seperti pest control ataupun penanganan pengelolaan personel hygiene.
Konsep atas desain sistem yang dilakukan dapat dijalankan dengan metode (1) Penetapan desain sistem (2) Proses sosialisasi serta (3) penetapan konsep PRP (Pre Requisite Program).
Perusahaan harus dapat memastikan bahwa desain Control Measure dapat secara tepat dan efektif mampu menghilangkan resiko atas bahaya keamanan pangan yang muncul. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan proses pengendalian keamanan pangan dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kegiatan proses ini, dapat dijalankan dengan melakukan program agenda sebagai berikut.
(1) Penghilangan Secara Fisik
Proses penghilangan secara fisik dilakukan dengan menghilangkan kontaminan yang muncul secara visual. Pola pemisahan dilakukan secara fisik yaitu dengan melalui proses pengayakan ataupun pemisahan dengan menggunakan proses fisik lainnya seperti panas dan lainnya
(2) Penghilangan dengan Kimiawi
Penghilangan resiko dilakukan dengan bantuan penggunaan bahan kimia seperti sanitizer ataupun bahan tambahan pangan lainnya yang dapat dipergunakan untuk menghilangkan ataupun mengurangi resiko keamanan pangan yang ada.
(3) Penghilangan dengan biologi
Penanganan treatment ataupun aplikasi penanganan dengan metode biologi. Aplikasi terhadap penerapan biologi ini dilakukan dengan penanganan seperti pest control ataupun penanganan pengelolaan personel hygiene.
Konsep atas desain sistem yang dilakukan dapat dijalankan dengan metode (1) Penetapan desain sistem (2) Proses sosialisasi serta (3) penetapan konsep PRP (Pre Requisite Program).
Perusahaan harus dapat memastikan bahwa desain Control Measure dapat secara tepat dan efektif mampu menghilangkan resiko atas bahaya keamanan pangan yang muncul. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan proses pengendalian keamanan pangan dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Selasa, 11 Oktober 2016
Mengintegrasikan ISO 9001 dengan ISO 22000
Dalam industri pangan, umumnya perusahaan menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000. Meskipun prinsip penerapannya dijalankan, namun tidak sedikit perusahaan keamanan pangan melengkapi sistem manajemen sertifikasi mereka dengan prinsip sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001.
Dalam ISO 9001:2015 yang ada pada saat ini strategi penerapan yang dijalankan adalah dengan mengkombinasikan desain yang dijalankan terkait dengan penerapan Sistem Manajemen Mutu dengan Sistem Manajemen Keamaan Pangan. Berkaitan dengan program integrasi yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Berikut adalah tahapan konsep integrasi yang dapat dilakukan.
(1) Analisis PDCA
Dalam Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan merencanakan sistem dengan menggunakan konsep PDCA. Penetapan terkait dengan perencanaan dilakukan dengan mengidentifikasi resiko yang muncul dalam perusahaan termasuk di dalamnya adalah bahaya keamanan pangan. Penetapan pelaksanaan (DO) dilakukan dengan mendesain sistem yang tepat untuk dapat memitigasi/ mengurangi terhadap resiko yang teridentifikasi. Pelaksanaan pengendalian (Control) berguna untuk melakukan evaluasi terkait dengan keefektifan dari sistem yang didesain.
(2) Pengendalian Resiko
Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan, resiko lebih berwujud kepada bahaya keamanan pangan. Sedangkan pada Sistem Manajemen Mutu, maka resiko yang muncul terkait dengan aspek proses dan mutu yang ada dalam perusahaan.
(3) Proses Pengukuran
Aspek pengukuran yang dikelola dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan lebih mengutamakan sistem pengukuran yang terkait dengan aplikasi verifikasi dari counter measure yang ditetapkan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Sedangkan dalam pengukuran atas Sistem Manajemen Mutu, analisis pada kinerja mutu dan pengendalian resiko yang dijalankan dalam perusahaan.
Adalah penting bagi perusahaan makanan untuk dapat mensinergikan antara penerapan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Dalam ISO 9001:2015 yang ada pada saat ini strategi penerapan yang dijalankan adalah dengan mengkombinasikan desain yang dijalankan terkait dengan penerapan Sistem Manajemen Mutu dengan Sistem Manajemen Keamaan Pangan. Berkaitan dengan program integrasi yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Berikut adalah tahapan konsep integrasi yang dapat dilakukan.
(1) Analisis PDCA
Dalam Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan merencanakan sistem dengan menggunakan konsep PDCA. Penetapan terkait dengan perencanaan dilakukan dengan mengidentifikasi resiko yang muncul dalam perusahaan termasuk di dalamnya adalah bahaya keamanan pangan. Penetapan pelaksanaan (DO) dilakukan dengan mendesain sistem yang tepat untuk dapat memitigasi/ mengurangi terhadap resiko yang teridentifikasi. Pelaksanaan pengendalian (Control) berguna untuk melakukan evaluasi terkait dengan keefektifan dari sistem yang didesain.
(2) Pengendalian Resiko
Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan, resiko lebih berwujud kepada bahaya keamanan pangan. Sedangkan pada Sistem Manajemen Mutu, maka resiko yang muncul terkait dengan aspek proses dan mutu yang ada dalam perusahaan.
(3) Proses Pengukuran
Aspek pengukuran yang dikelola dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan lebih mengutamakan sistem pengukuran yang terkait dengan aplikasi verifikasi dari counter measure yang ditetapkan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Sedangkan dalam pengukuran atas Sistem Manajemen Mutu, analisis pada kinerja mutu dan pengendalian resiko yang dijalankan dalam perusahaan.
Adalah penting bagi perusahaan makanan untuk dapat mensinergikan antara penerapan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 26 September 2016
3 Prinsip Penting dalam Penetapan Expired Date dalam Produk
Dalam mengendalikan keamanan produk pangan, penetapan atas batas masa simpan adalah pengelolaan yang terkait bagaimana produk disimpan dan dijaga keberlangsungan atas umur masa simpannya. Banyak perusahaan ketika menjalankan konsep dan strategi penetapan shelf life melupakan beberapa prinsip penting yang perlu untuk diperhatikan ketika menyusun batasan waktu simpan tersebut.
Terdapat 3 prinsip penting yang menjadi perhatian penting ketika menetapkan expired date dalam produk.
(1) Karakter Produk
Ada pentingnya perusahaan untuk melakukan analisis terhadap karakter produk, seperti pH ataupun Aw dari produk yang dimaksud. Produk berbasis asam memiliki kecenderungan untuk mampu bertahan atas kontaminasi mikroba dibandingkan denga produk berbasis basa. Protein dan lemak secara kandungan dalam bahan pangan dapat memberikan pengaruh terhadap potensi pertumbuhan mikroba.
(2) Proses Pengemasan
Bagaimana produk dikemas serta tata cara penyimpanan adalah bagian penting untuk memastikan bahwa produk aman dan dapat terkonsumsi secara tepat. Pengemasan yang dapat memastikan secara vacuum produk tersimpan akan memberikan nilai waktu simpan yang lebih panjang.
(3) Proses Konsumsi dan Distribusi
Produk dengan type konsumsi secara langsung memiliki waktu penyimpanan yang lebih terbatas dibandingkan dengan produk yang harus melalui proses pengolahan sebelum dilakukan proses konsumsi.
Bagaimana perusahaan menetapkan masa simpan produk yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat memastikan Sistem Manajemen Keamanan Kemanan Pangan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Terdapat 3 prinsip penting yang menjadi perhatian penting ketika menetapkan expired date dalam produk.
(1) Karakter Produk
Ada pentingnya perusahaan untuk melakukan analisis terhadap karakter produk, seperti pH ataupun Aw dari produk yang dimaksud. Produk berbasis asam memiliki kecenderungan untuk mampu bertahan atas kontaminasi mikroba dibandingkan denga produk berbasis basa. Protein dan lemak secara kandungan dalam bahan pangan dapat memberikan pengaruh terhadap potensi pertumbuhan mikroba.
(2) Proses Pengemasan
Bagaimana produk dikemas serta tata cara penyimpanan adalah bagian penting untuk memastikan bahwa produk aman dan dapat terkonsumsi secara tepat. Pengemasan yang dapat memastikan secara vacuum produk tersimpan akan memberikan nilai waktu simpan yang lebih panjang.
(3) Proses Konsumsi dan Distribusi
Produk dengan type konsumsi secara langsung memiliki waktu penyimpanan yang lebih terbatas dibandingkan dengan produk yang harus melalui proses pengolahan sebelum dilakukan proses konsumsi.
Bagaimana perusahaan menetapkan masa simpan produk yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat memastikan Sistem Manajemen Keamanan Kemanan Pangan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Minggu, 04 September 2016
5 Masalah Penting dalam Penyusunan Sistem Manajemen ISO 22000 pada Food Service/ Katering
Dalam menyusun Sistem Manajemen Keamanan Pangan, perusahaan membutuhkan suatu dasar penting yang dapat dijadikan bagian untuk melakukan penyusunan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Namun, hal yang perlu dipertimbangkan terkait dengan penyusunan Sistem Manajemen ISO 22000 adalah beberapa permasalahan yang dapat menjadi hambatan dalam penyusunan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
Berikut adalah 5 permasalahan penting yang terkait dengan penyusunan Sistem Manajemen ISO 22000:
(1) Komitmen Manajemen
Proses penetapan sistem sangat tergantung kepada Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang ditetapkan dalam perusahaan. Bagaimana proses atas aplikasi komitmen yang dimaksudkan tersebut dijalankan dalam perusahaan? Tanpa komitmen yang kuat , niscaya Sistem Manajemen Keamanan Pangan sulit untuk dijalankan.
(2) Prilaku Organisasi
Bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa prilaku organisasi dapat dijalankan secara tepat dan efektif. Beberapa perusahaan memiliki sistem yang tepat, namun memiliki prilaku organisasi yang tidak mendukung bisnis secara maksimal.
(3) Resiko Operasional
Pengendalian yang terkait atas status resiko operasional menjadi bagian penting dalam memastikan konsistensi dijalankan. Perusahaan-perusahaan yang memiliki tingkat ketergantuangan tinggi dengan alam serta penanganan bahan baku mentah memiliki tingkat resiko operasional yang tinggi. Resiko operasional juga wajib untuk mempertimbangkan atas klasifikasi produk akhir yang dipersyaratkan.
(4) Persyaratan Pemerintah dan Pelanggan
Dalam penerapan ISO 22000, seperti atas penerapan ISO yang lain, perusahaan harus menunjukkan adanya kepatuhan atas persyaratan pemerintah dan pelanggan. Memastikan bahwa status operasional dalam perusahaan dapat terkendali secara tepat dan maksimal.
(5) Kompetensi Organisasi
Memastikan bahwa tingkatan pengetahuan dan kemampuan organisasi dalam mengabsorbsi sistem, dimana perusahaan harus dapat mempergunakan sistem secara tepat dan memastikan bahwa kompetensi dalam organisasi dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ada.
Bagaimana perusahaan dapat memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 dijalankan secara tepat? Untuk meminimalkan resiko pengendalian masalah yang tidak tepat, perusahaan dapat mempergunakan jasa konsultan untuk dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berikut adalah 5 permasalahan penting yang terkait dengan penyusunan Sistem Manajemen ISO 22000:
(1) Komitmen Manajemen
Proses penetapan sistem sangat tergantung kepada Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang ditetapkan dalam perusahaan. Bagaimana proses atas aplikasi komitmen yang dimaksudkan tersebut dijalankan dalam perusahaan? Tanpa komitmen yang kuat , niscaya Sistem Manajemen Keamanan Pangan sulit untuk dijalankan.
(2) Prilaku Organisasi
Bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa prilaku organisasi dapat dijalankan secara tepat dan efektif. Beberapa perusahaan memiliki sistem yang tepat, namun memiliki prilaku organisasi yang tidak mendukung bisnis secara maksimal.
(3) Resiko Operasional
Pengendalian yang terkait atas status resiko operasional menjadi bagian penting dalam memastikan konsistensi dijalankan. Perusahaan-perusahaan yang memiliki tingkat ketergantuangan tinggi dengan alam serta penanganan bahan baku mentah memiliki tingkat resiko operasional yang tinggi. Resiko operasional juga wajib untuk mempertimbangkan atas klasifikasi produk akhir yang dipersyaratkan.
(4) Persyaratan Pemerintah dan Pelanggan
Dalam penerapan ISO 22000, seperti atas penerapan ISO yang lain, perusahaan harus menunjukkan adanya kepatuhan atas persyaratan pemerintah dan pelanggan. Memastikan bahwa status operasional dalam perusahaan dapat terkendali secara tepat dan maksimal.
(5) Kompetensi Organisasi
Memastikan bahwa tingkatan pengetahuan dan kemampuan organisasi dalam mengabsorbsi sistem, dimana perusahaan harus dapat mempergunakan sistem secara tepat dan memastikan bahwa kompetensi dalam organisasi dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ada.
Bagaimana perusahaan dapat memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 dijalankan secara tepat? Untuk meminimalkan resiko pengendalian masalah yang tidak tepat, perusahaan dapat mempergunakan jasa konsultan untuk dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Jumat, 02 September 2016
Menjalankan Verifikasi Keamanan Pangan yang Efektif
Dalam menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang berbasiskan ISO 22000, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat menjalankan verifikasi keamanan pangan. Apa yang dimaksud dengan verifikasi keamanan pangan itu sendiri?
Verifikasi keamanan pangan adalah proses evaluasi atas efektifitas sistem yang disusun ke dalam jaminan proteksi atas produk yang dihasilkan. Banyak pelaku kemanan pangan mengalami kesalahan dalam membedakan antara verifikasi dan validasi. Sebagai catatan, kegiatan validasi adalah proses verifikasi itu sendiri. Namun tidak seluruh proses verifikasi adalah proses validasi.
Lalu kegiatan apa saja yang menjadi bagian dari tahapan proses verifikasi keamanan pangan? Berikut adalah tahapan yang dapat dikaji sebagai proses bentuk verifikasi atas keamanan pangan.
(1) Verifikasi Alir Proses
Proses kajian yang dijalankan dalam tahapan alir proses. Dimana dalam setiap tahapan, tim HACCP/ Keamanan Pangan melakukan pemeriksaan atas seluruh identifikasi potensi bahaya yang timbul. Menjalankan proses analisis secara tepat dan efektif sebagai bentuk penilaian seberapa besar atas potensi kemunculan bahaya tersebut dapat timbul.
(2) Internal Audit
Memastikan kesesuaian antara seluruh regulasi, persyaratan ISO 22000 serta spesifikasi baik dari pelanggan maupun di luar pelanggan untuk dapat tertangani dengan baik dan tepat. Memastikan bahwa implementasi dari sistem adalah benar-benar efektif dapat meminimalkan seluruh resiko yang ada.
(3) Pengujian Produk dan Air Proses
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa sistem pengolahan baik atas air dan produk adalah benar dapat secara efektif meminimalkan seluruh resiko yang ada.
(4) Uji Swab
Melakukan pemeriksaan bahwa program sanitasi yang dijalankan adalah memang benar dan tepat dalam meminimalkan seluruh resiko mikrobiologi.
(5) Kalibrasi
Metode pengujian yang dilakukan untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian dari fungsi pengukur dari suatu peralatan.
(6) Verifikasi Catatan dan Dokumentasi
Memastikan bahwa fungsi pelaksanaan dari suatu kegiatan/ proses terjalankan dan tercatat. Melakukan evaluasi atas setiap potensi penyimpangan yang dapat muncul dalam sistem.
Menjalankan proses verifikasi itu sendiri selain dapat dilakukan oleh pihak internal, namun tidak sedikit mengambil peranan pihak eksternal dalam proses realisasinya. Kegiatan seperti assessment dan audit eksternal dapat dijalankan untuk dapat memastikan kesesuaian atas sistem yang dijalankan. Lakukan penggunaan referensi eksternal yang tepat dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Verifikasi keamanan pangan adalah proses evaluasi atas efektifitas sistem yang disusun ke dalam jaminan proteksi atas produk yang dihasilkan. Banyak pelaku kemanan pangan mengalami kesalahan dalam membedakan antara verifikasi dan validasi. Sebagai catatan, kegiatan validasi adalah proses verifikasi itu sendiri. Namun tidak seluruh proses verifikasi adalah proses validasi.
Lalu kegiatan apa saja yang menjadi bagian dari tahapan proses verifikasi keamanan pangan? Berikut adalah tahapan yang dapat dikaji sebagai proses bentuk verifikasi atas keamanan pangan.
(1) Verifikasi Alir Proses
Proses kajian yang dijalankan dalam tahapan alir proses. Dimana dalam setiap tahapan, tim HACCP/ Keamanan Pangan melakukan pemeriksaan atas seluruh identifikasi potensi bahaya yang timbul. Menjalankan proses analisis secara tepat dan efektif sebagai bentuk penilaian seberapa besar atas potensi kemunculan bahaya tersebut dapat timbul.
(2) Internal Audit
Memastikan kesesuaian antara seluruh regulasi, persyaratan ISO 22000 serta spesifikasi baik dari pelanggan maupun di luar pelanggan untuk dapat tertangani dengan baik dan tepat. Memastikan bahwa implementasi dari sistem adalah benar-benar efektif dapat meminimalkan seluruh resiko yang ada.
(3) Pengujian Produk dan Air Proses
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa sistem pengolahan baik atas air dan produk adalah benar dapat secara efektif meminimalkan seluruh resiko yang ada.
(4) Uji Swab
Melakukan pemeriksaan bahwa program sanitasi yang dijalankan adalah memang benar dan tepat dalam meminimalkan seluruh resiko mikrobiologi.
(5) Kalibrasi
Metode pengujian yang dilakukan untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian dari fungsi pengukur dari suatu peralatan.
(6) Verifikasi Catatan dan Dokumentasi
Memastikan bahwa fungsi pelaksanaan dari suatu kegiatan/ proses terjalankan dan tercatat. Melakukan evaluasi atas setiap potensi penyimpangan yang dapat muncul dalam sistem.
Menjalankan proses verifikasi itu sendiri selain dapat dilakukan oleh pihak internal, namun tidak sedikit mengambil peranan pihak eksternal dalam proses realisasinya. Kegiatan seperti assessment dan audit eksternal dapat dijalankan untuk dapat memastikan kesesuaian atas sistem yang dijalankan. Lakukan penggunaan referensi eksternal yang tepat dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kamis, 01 September 2016
Menilai Harga Konsultan ISO 22000 dan Keamanan Pangan
Saat ini, banyak perusahaan jasa konsultan keamanan pangan ataupun konsultan freelance yang dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi keamanan pangan. Beberapa perusahaan mencari konsultan dengan harga "murah" serta beberapa perusahaan lainnya mencari konsultan dengan harga sesuai dengan kualitas.
Apabila saat ini perusahaan Anda sedang melakukan proses pencarian atas jasa konsultan mungkin ada baiknya lakukan proses evaluasi secara tepat terkait dengan nilai investasi atas harga jasa konsultasi yang ditawarkan oleh jasa konsultan tersebut. Berikut adalah beberapa parameter yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan dalam melakukan penilaian atas harga konsultasi keamanan pangan/ ISO 22000.
(1) Agenda Pekerjaan
Dalam hal ini, pastikan perusahaan mengkaji bagaimana mekanisme dari konsultan bekerja. Tahapan serta waktu kerja yang diluangkan dalam perusahaan Anda. Ada baiknya perusahaan memastikan bahwa agenda pekerjaan menjadi bagian penting untuk dikaji kepentingan dan manfaatnya.
(2) Kompetensi Konsultan
Beberapa konsultan memiliki nilai kompetensi baik dan berada pada jam terbang cukup tinggi. Sedangkan beberapa konsultan lain adalah pemula. Sangat penting bagi perusahaan untuk menilai tingkat resiko bisnis yang dihasilkan apabila menggunakan konsultan yang tidak kompeten.
Ada baiknya perusahaan mengkaji penilaian atas harga investasi konsultasi dan set up Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan Manajemen Keamanan Pangan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Apabila saat ini perusahaan Anda sedang melakukan proses pencarian atas jasa konsultan mungkin ada baiknya lakukan proses evaluasi secara tepat terkait dengan nilai investasi atas harga jasa konsultasi yang ditawarkan oleh jasa konsultan tersebut. Berikut adalah beberapa parameter yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan dalam melakukan penilaian atas harga konsultasi keamanan pangan/ ISO 22000.
(1) Agenda Pekerjaan
Dalam hal ini, pastikan perusahaan mengkaji bagaimana mekanisme dari konsultan bekerja. Tahapan serta waktu kerja yang diluangkan dalam perusahaan Anda. Ada baiknya perusahaan memastikan bahwa agenda pekerjaan menjadi bagian penting untuk dikaji kepentingan dan manfaatnya.
(2) Kompetensi Konsultan
Beberapa konsultan memiliki nilai kompetensi baik dan berada pada jam terbang cukup tinggi. Sedangkan beberapa konsultan lain adalah pemula. Sangat penting bagi perusahaan untuk menilai tingkat resiko bisnis yang dihasilkan apabila menggunakan konsultan yang tidak kompeten.
Ada baiknya perusahaan mengkaji penilaian atas harga investasi konsultasi dan set up Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan Manajemen Keamanan Pangan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berapa Investasi Sertifikasi ISO 22000?
Dalam proses penyusunan serta program Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, ada baiknya perusahaan mengkaji besaran nilai investasi yang dibutuhkan untuk menjalankan program Sertifikasi ISO 22000 tersebut.
Berikut ini adalah beberapa faktor nilai investasi yang dipersyaratkan untuk dijalankan dalam program Sertifikasi ISO 22000.
(1) Investasi Infrastruktur
Berbeda dibandingkan dengan penerapan Sistem ISO lainnya, dalam proses penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, perusahaan harus memastikan kesesuaian atas dijalankannya infrastruktur. Beberapa pertimbangan seperti resiko dan persyaratan PRP harus dipertimbagkan secara akurat dalam melakukan proses penetapan infrastruktur.
(2) Investasi Sistem
Menjalankan konsep strategis dan menjalankan persyaratan keamanan pangan dengan memastikan bahwa seluruh persyaratan tersedia dalam sistem. Investasi sistem bisa dijalankan dalam bentuk investasi tertulis dan implementasi dari sistem investasi itu sendiri.
(3) Investasi SDM (Sumber Daya Manusia)
Program pelaksanaan investasi SDM adalah salah satu kegiatan investasi yang juga bernilai tinggi. Seluruh kegiatan yang terkait dengan program sosialisasi, peningkatan kompetensi serta program pelatihan adalah penting dijalankan dalam konteks kepatuhan serta prilaku positif yang terkait dengan manajemen Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
Untuk mengurangi investasi yang berlebih, beberapa perusahaan menggunakan referensi eksternal seperti konsultan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Konsultan ini dapat amat sangat membantu perusahaan untuk meminimalkan resiko perusahaan dengan cara penggunaan validasi secara tepat dan akurat. Ada baiknya perusahaan memastikan kompetensi atas konsultan dengan tepat dan efektif untuk dapat menghindarkan dari dampak atas resiko kesalahan dalam penyusunan sistem manajemen operasionalnya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berikut ini adalah beberapa faktor nilai investasi yang dipersyaratkan untuk dijalankan dalam program Sertifikasi ISO 22000.
(1) Investasi Infrastruktur
Berbeda dibandingkan dengan penerapan Sistem ISO lainnya, dalam proses penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, perusahaan harus memastikan kesesuaian atas dijalankannya infrastruktur. Beberapa pertimbangan seperti resiko dan persyaratan PRP harus dipertimbagkan secara akurat dalam melakukan proses penetapan infrastruktur.
(2) Investasi Sistem
Menjalankan konsep strategis dan menjalankan persyaratan keamanan pangan dengan memastikan bahwa seluruh persyaratan tersedia dalam sistem. Investasi sistem bisa dijalankan dalam bentuk investasi tertulis dan implementasi dari sistem investasi itu sendiri.
(3) Investasi SDM (Sumber Daya Manusia)
Program pelaksanaan investasi SDM adalah salah satu kegiatan investasi yang juga bernilai tinggi. Seluruh kegiatan yang terkait dengan program sosialisasi, peningkatan kompetensi serta program pelatihan adalah penting dijalankan dalam konteks kepatuhan serta prilaku positif yang terkait dengan manajemen Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
Untuk mengurangi investasi yang berlebih, beberapa perusahaan menggunakan referensi eksternal seperti konsultan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Konsultan ini dapat amat sangat membantu perusahaan untuk meminimalkan resiko perusahaan dengan cara penggunaan validasi secara tepat dan akurat. Ada baiknya perusahaan memastikan kompetensi atas konsultan dengan tepat dan efektif untuk dapat menghindarkan dari dampak atas resiko kesalahan dalam penyusunan sistem manajemen operasionalnya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Rabu, 31 Agustus 2016
Contoh Implementasi Sertifikasi ISO 22000 pada Manajemen Retail
Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, selain dapat diaplikasikan dalam industri pangan juga tidak dapat dipungkiri bahwa dalam manajemen retail konsep keamanan pangan juga dapat diaplikasikan. Apabila perusahaan Anda adalah jenis perusahaan retail, maka ada baiknya perusahaan menjalankan contoh-cotoh atas implementasi yang dapat dilakukan dalam menjalankan Sistem Manajemen ISO 22000 pada jenis usaha retail.
Berikut adalah contoh implementasi dari program Sertifikasi ISO 22000 pada Manajemen Retail.
(1) Penerapan PRP
Industri retail menjalankan konsep PRP, dimana di dalam kegiatan ini meliputi program kebersihan, proses aplikasi atas personel hygiene serta pengendalian atas peralatan-peralatan yang dipergunakan dalam kegiatan keamanan pangan.
(2) Aplikasi Vendor Management
Konsep HACCP yang ada pada industri retail sangat melekat pada konsep strategis Vendor Management yang ditetapkan dalam perusahaan. Bagaimana memastikan bahwa seluruh produk yang terkendali di dalam area retail adalah sesuai.
(3) Penanganan Produk Fresh & Food Service
Tidak sedikit unit jasa retail mengembangkan divisi produk fresh serta produk food service. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa unit layanan atas produk-produk ini dijalankan sesuian dengan persyaratan HACCP.
(4) Layanan dan Informasi Konsumen
Mengingat unit jasa retail adalah bagian penting dalam berinteraksi dengan pelanggan. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa aspek pelayanan serta pemberian informasi kepada konsumen dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.
Pastikan perusahaan dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan (ISO 22000) dapat terimplementasi secara tepat dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses pengelolaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Berikut adalah contoh implementasi dari program Sertifikasi ISO 22000 pada Manajemen Retail.
(1) Penerapan PRP
Industri retail menjalankan konsep PRP, dimana di dalam kegiatan ini meliputi program kebersihan, proses aplikasi atas personel hygiene serta pengendalian atas peralatan-peralatan yang dipergunakan dalam kegiatan keamanan pangan.
(2) Aplikasi Vendor Management
Konsep HACCP yang ada pada industri retail sangat melekat pada konsep strategis Vendor Management yang ditetapkan dalam perusahaan. Bagaimana memastikan bahwa seluruh produk yang terkendali di dalam area retail adalah sesuai.
(3) Penanganan Produk Fresh & Food Service
Tidak sedikit unit jasa retail mengembangkan divisi produk fresh serta produk food service. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa unit layanan atas produk-produk ini dijalankan sesuian dengan persyaratan HACCP.
(4) Layanan dan Informasi Konsumen
Mengingat unit jasa retail adalah bagian penting dalam berinteraksi dengan pelanggan. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa aspek pelayanan serta pemberian informasi kepada konsumen dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.
Pastikan perusahaan dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan (ISO 22000) dapat terimplementasi secara tepat dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses pengelolaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 29 Agustus 2016
Mengapa Perusahaan Gagal Mengimplementasi ISO 22000?
Dalam menjalankan program implementasi ISO 22000, terkadang tidak setiap perusahaan mengalami jalan yang mulus untuk mencapainya. Beberapa perusahaan bahkan dapat mencapai waktu melebihi 2 (dua) tahun untuk mendapatkan sertifikat ISO 22000.
Banyak hal yang menyebabkan kegagalan perusahaan dalam menjalankan Sistem ISO 22000, berikut adalah beberapa alasan yang menjadi penyebab dari status kegagalan ISO 22000 tersebut.
(1) Prilaku Organisasi
Hal yang terbesar yang seringkali menyebabkan persyaratan sistem tidak terpenuhi adalah adanya prilaku organisasi yang tidak mendukung. Dimulai dari prilaku manajemen ataupun SDM (Sumber Daya Manusia) yang menunjukkan minimnya komitmen atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Salah satu permasalahan terbesar adalah terkadang terdapat pengorbanan atas realisasi Sistem ISO 22000 dengan Sistem Manajemen Operasional Perusahaan. Karena terkadang sistem membutuhkan alokasi biaya yang tidak sedikit.
(2) Sistem yang Lemah
Penyusunan Standar Sistem dibuat tidak efektif dan cenderung bersifat tidak lengkap dapat menyebabkan perusahaan mengalami kegagalan dalam menjalankan Sistem ISO 22000. Pengetahuan dan kompetensi dapat turur menghambat dalam penyusunan sistem yang dimaksudkan tersebut.
Setelah melihat faktor potensi atas kegagalan dalam mengimplementasikan ISO 22000, ada baiknya perusahaan dapat melakukan proses antisipasi untuk mencegah kegagalan tersebut muncul. Salah satu strategi yang dapat dipergunakan oleh perusahaan adalah menggunakan konsultan yang berkompetensi dan mampu menangani seluruh permasalahan baik yang disebabkan oleh prilaku organisasi ataupun kebutuhan atas perubahan sistem. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Banyak hal yang menyebabkan kegagalan perusahaan dalam menjalankan Sistem ISO 22000, berikut adalah beberapa alasan yang menjadi penyebab dari status kegagalan ISO 22000 tersebut.
(1) Prilaku Organisasi
Hal yang terbesar yang seringkali menyebabkan persyaratan sistem tidak terpenuhi adalah adanya prilaku organisasi yang tidak mendukung. Dimulai dari prilaku manajemen ataupun SDM (Sumber Daya Manusia) yang menunjukkan minimnya komitmen atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Salah satu permasalahan terbesar adalah terkadang terdapat pengorbanan atas realisasi Sistem ISO 22000 dengan Sistem Manajemen Operasional Perusahaan. Karena terkadang sistem membutuhkan alokasi biaya yang tidak sedikit.
(2) Sistem yang Lemah
Penyusunan Standar Sistem dibuat tidak efektif dan cenderung bersifat tidak lengkap dapat menyebabkan perusahaan mengalami kegagalan dalam menjalankan Sistem ISO 22000. Pengetahuan dan kompetensi dapat turur menghambat dalam penyusunan sistem yang dimaksudkan tersebut.
Setelah melihat faktor potensi atas kegagalan dalam mengimplementasikan ISO 22000, ada baiknya perusahaan dapat melakukan proses antisipasi untuk mencegah kegagalan tersebut muncul. Salah satu strategi yang dapat dipergunakan oleh perusahaan adalah menggunakan konsultan yang berkompetensi dan mampu menangani seluruh permasalahan baik yang disebabkan oleh prilaku organisasi ataupun kebutuhan atas perubahan sistem. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Etiskah Konsultan Memberikan Garansi Kelulusan Sertifikasi ISO 22000?
Saat ini, banyak perusahaan konsultan yang dalam rangka merebut hati dari klien melakukan banyak hal untuk dapat mendapatkan kesan terbaik pada kliennya. Salah satunya adalah dengan memberikan garansi atas kelulusannya. Meskipun pada prinsipnya konsep kelulusan lebih kuat pada kekuatan sistem dan implementasi, tidak jarang dengan berdalih untuk menjual produknya beberapa konsultan memberikan garansi kelulusan.
Tapi tahukah perusahaan, bahwa sebenarnya garansi kelulusan lebih banyak dihasilkan oleh kerja keras antara perusaah dan konsultan. Mengapa demikian?
(1) Sertifikasi Bukan Tujuan Akhir
Banyak perusahaan yang salah mempersepsikan bahwa tujuan dari penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan hanyalah untuk mendapatkan sertifikat. Banyak yang melupakan bahwa Sertifikat bukanlah target utama, tujuan akhir adalah bagaimana dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, perusahaan terbantu cukup banyak baik pada penerapan ke dalam internal perusahaan.
(2) Kepercayaan Konsumen
Sistem Manajemen Keamanan Pangan harus menjadi bukti bagaimaa perusahaan peduli kepada pelanggan. Tentu saja kepercayaan konsumen harus dijalankan dengan komitmen dan implementasi yang bersungguh-sungguh. Kesungguhan itu terbentuk melalui budaya perusahaan serta prilaku organisasi yang kuat atas keamanan pangan, bukan hanya tergantung pada selembar sertifikat.
(3) Memahami Peranan Konsultan
Konsultan memiliki fungsi menyusun sistem dan melakukan drive (arahan) prilaku atas penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Sehingga sangat penting bagi perusahaan memilih konsultan bukan hanya berdasarkan pada janji jaminan kelulusan, namun adalah janji mengenai pentingnya implementasi sistem untuk dijalankan.
Sekarang menurut Anda, etiskah perusahaan konsultan menjanjikan jaminan garansi kelulusan? Mengingat yang perusahaan butuhkan bukan hanya jaminan garansi kelulusan, namun lebih kepada 3 (tiga) hal yang dimaksudkan di atas. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang profesional untuk memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Tapi tahukah perusahaan, bahwa sebenarnya garansi kelulusan lebih banyak dihasilkan oleh kerja keras antara perusaah dan konsultan. Mengapa demikian?
(1) Sertifikasi Bukan Tujuan Akhir
Banyak perusahaan yang salah mempersepsikan bahwa tujuan dari penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan hanyalah untuk mendapatkan sertifikat. Banyak yang melupakan bahwa Sertifikat bukanlah target utama, tujuan akhir adalah bagaimana dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, perusahaan terbantu cukup banyak baik pada penerapan ke dalam internal perusahaan.
(2) Kepercayaan Konsumen
Sistem Manajemen Keamanan Pangan harus menjadi bukti bagaimaa perusahaan peduli kepada pelanggan. Tentu saja kepercayaan konsumen harus dijalankan dengan komitmen dan implementasi yang bersungguh-sungguh. Kesungguhan itu terbentuk melalui budaya perusahaan serta prilaku organisasi yang kuat atas keamanan pangan, bukan hanya tergantung pada selembar sertifikat.
(3) Memahami Peranan Konsultan
Konsultan memiliki fungsi menyusun sistem dan melakukan drive (arahan) prilaku atas penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Sehingga sangat penting bagi perusahaan memilih konsultan bukan hanya berdasarkan pada janji jaminan kelulusan, namun adalah janji mengenai pentingnya implementasi sistem untuk dijalankan.
Sekarang menurut Anda, etiskah perusahaan konsultan menjanjikan jaminan garansi kelulusan? Mengingat yang perusahaan butuhkan bukan hanya jaminan garansi kelulusan, namun lebih kepada 3 (tiga) hal yang dimaksudkan di atas. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang profesional untuk memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sabtu, 27 Agustus 2016
Memahami Perbedaan Verifikasi dan Validasi dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan
Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, seringkali kita menemukan istilah verifikasi dan validasi. Lalu apa perbedaan verifikasi dan validasi? Serta kapan saat yang tepat bagi perusahaan untuk menjalankan tahapan verifikasi dan kapan saat yang tepat bagi perusahaan untuk menjalakan proses validasi?
Sebelum membahas perbedaan yang dimaksud. Ada baiknya, kita memahami terlebih dahulu definisi dari verifikasi dan validasi. Berikut adalah penjelasan lebih detailnya.
(1) Verifikasi
Verifikasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur efektifitas atas sistem pengendalian yang disusun oleh perusahaan. Dimana proses verifikasi tersebut dapat dilakukan dengan mengkonimbinasikan satu atau lebih dari dua pengukuran. Contoh seperti memadupadankan antara hasil pemeriksaan proses dengan hasil uji mikrobiologi produk, atau membandingkan antara desain sanitasi yang telah disusun.
(2) Validasi
Validasi adalah kegiatan menjalankan proses pemastian (konfirmasi) yang dapat dilakukan melalui referensi maupun dengan hasil evaluasi proses yang dilakukan. Validasi dapat dilakukan pada saat awal penyusunan suatu sistem, proses ini seringkali disebut dengan initial validation, sedangkan terdapat proses validasi yang dilakukan setelah proses dijalankan. Sehingga validasi dapat digambarkan sebagai bentuk dari contoh proses verifikasi.
Lalu bagaimana tahapan menjalankan proses verifikasi dan validasi yang tepat?
Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan, hal yang selalu menjadi bagian terpenting dari tahapan proses adalah dengan memastikan effective control. Tahapan proses verifikasi sebagai bagian untuk mengevaluasi pengendalian yang dilakukan harus dapat dipastikan terdesain dalam selang waktu tertentu dan terukur secara tepat untuk memastikan kesesuaian atas pengendalian sistem yang dilakukan.
Dalam beberapa hal program verifikasi dapat dijalankan oleh pihak eksternal, seperti audit eksternal, konsultan ataupun laboratorium penguji eksternal untuk dapat memastikan kesesuaian atas sistem pengendalian tersebut. Sedangkan untuk proses validasi, perusahaan dapat menjalankan sistem analisis referensi, pengalaman ataupun expert judgemen (dalam hal ini dapat melalui auditor ataupun konsultan).
Namun satu hal yang pasti bagi perusahaan adalah pemastian bahwa perusahaan wajib untuk mendesain sistem validasi dan verifikasi secara tepat dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat bagi perusahaan dalam menjalankan sistem validasi dan verifikasi perusahaan tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Sebelum membahas perbedaan yang dimaksud. Ada baiknya, kita memahami terlebih dahulu definisi dari verifikasi dan validasi. Berikut adalah penjelasan lebih detailnya.
(1) Verifikasi
Verifikasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur efektifitas atas sistem pengendalian yang disusun oleh perusahaan. Dimana proses verifikasi tersebut dapat dilakukan dengan mengkonimbinasikan satu atau lebih dari dua pengukuran. Contoh seperti memadupadankan antara hasil pemeriksaan proses dengan hasil uji mikrobiologi produk, atau membandingkan antara desain sanitasi yang telah disusun.
(2) Validasi
Validasi adalah kegiatan menjalankan proses pemastian (konfirmasi) yang dapat dilakukan melalui referensi maupun dengan hasil evaluasi proses yang dilakukan. Validasi dapat dilakukan pada saat awal penyusunan suatu sistem, proses ini seringkali disebut dengan initial validation, sedangkan terdapat proses validasi yang dilakukan setelah proses dijalankan. Sehingga validasi dapat digambarkan sebagai bentuk dari contoh proses verifikasi.
Lalu bagaimana tahapan menjalankan proses verifikasi dan validasi yang tepat?
Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan, hal yang selalu menjadi bagian terpenting dari tahapan proses adalah dengan memastikan effective control. Tahapan proses verifikasi sebagai bagian untuk mengevaluasi pengendalian yang dilakukan harus dapat dipastikan terdesain dalam selang waktu tertentu dan terukur secara tepat untuk memastikan kesesuaian atas pengendalian sistem yang dilakukan.
Dalam beberapa hal program verifikasi dapat dijalankan oleh pihak eksternal, seperti audit eksternal, konsultan ataupun laboratorium penguji eksternal untuk dapat memastikan kesesuaian atas sistem pengendalian tersebut. Sedangkan untuk proses validasi, perusahaan dapat menjalankan sistem analisis referensi, pengalaman ataupun expert judgemen (dalam hal ini dapat melalui auditor ataupun konsultan).
Namun satu hal yang pasti bagi perusahaan adalah pemastian bahwa perusahaan wajib untuk mendesain sistem validasi dan verifikasi secara tepat dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat bagi perusahaan dalam menjalankan sistem validasi dan verifikasi perusahaan tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Kamis, 25 Agustus 2016
Teknik Audit yang Efektif Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000
Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 adalah suatu sistematika manajemen operasional yang memasukkan prinsip PDCA (Plan, Do, Check, Action) dalam pelaksanaan keamanan pangan. Dan seperti konsep manajemen keamanan pangan lainnya, ISO 22000 menjalankan praktek internal audit sebagai bentuk proses verifikasi sistem dan verifikasi keamanan pangan.
Program pelaksanaan atas sistem membutuhkan evaluasi terkait dengan implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang dimaksudkan tersebut. Adapun kegiatan audit yang tepat dan efektif dapat dijalankan adalah melalui beberapa tahapan berikut ini.
(1) Membentuk Tim Auditor yang Kuat
Perusahaan harus dapat memastikan adanya tim auditor yang kuat. Kompetensi serta persyaratan teknis diperlukan oleh tim auditor, selain adalah pengelaman atas ruang lingkup yang akan dijalankan dalam kegiatan audit. Apabila perusahaan mengalami kondisi dimana kesulitan dalam memiliki tim auditor yang kuat, ada baiknya perusahaan menjalankan program pelatihan untuk dapat mengoptimalkan kompetensi tim auditor yang ada dalam perusahaan.
(2) Mendesain Program Internal Audit yang Tepat
Kegiatan internal audit harus dapat dipastikan secara tepat dan efektif. Penggunaan checklist serta aspek penetapan waktu juga menjadi bagian penting bagaimana program audit dijalankan.
Untuk dapat memastikan bahwa program audit serta desain audit dijalankan secara efektif, pastikan perusahaan membenahi dengan tepat kompetensi auditor yang dimiliki. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 yang tepat dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Program pelaksanaan atas sistem membutuhkan evaluasi terkait dengan implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang dimaksudkan tersebut. Adapun kegiatan audit yang tepat dan efektif dapat dijalankan adalah melalui beberapa tahapan berikut ini.
(1) Membentuk Tim Auditor yang Kuat
Perusahaan harus dapat memastikan adanya tim auditor yang kuat. Kompetensi serta persyaratan teknis diperlukan oleh tim auditor, selain adalah pengelaman atas ruang lingkup yang akan dijalankan dalam kegiatan audit. Apabila perusahaan mengalami kondisi dimana kesulitan dalam memiliki tim auditor yang kuat, ada baiknya perusahaan menjalankan program pelatihan untuk dapat mengoptimalkan kompetensi tim auditor yang ada dalam perusahaan.
(2) Mendesain Program Internal Audit yang Tepat
Kegiatan internal audit harus dapat dipastikan secara tepat dan efektif. Penggunaan checklist serta aspek penetapan waktu juga menjadi bagian penting bagaimana program audit dijalankan.
Untuk dapat memastikan bahwa program audit serta desain audit dijalankan secara efektif, pastikan perusahaan membenahi dengan tepat kompetensi auditor yang dimiliki. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 yang tepat dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Up Grade Sistem ISO 22000 menjadi FSSC 22000
Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, selain menerapkan sertifikasi ISO dan HACCP, terdapat sistem manajemen keamanan yang bersertifikasi GFSI (Global Food Safety Initiative). Dalam konsep strategi manajemen keamanan pangan penerapan FSSC 22000 sama seperti dengan ISO 22000, dapat meliputi ruang lingkup dalam industri pangan, industri kemasan, ingredient serta bahan kimia pendukung dalam industri pangan.
Mengapa perusahaan perlu melakukan proses peningkatan (up grade) sistem, yang sebelumnya menggunakan ISO 22000 untuk kemudian menjadi FSSC 22000 (yang berbasiskan GFSI)?
(1) Memperluas Keberterimaan Pasar
Semenjak munculnya sistem sertifikasi GFSI (FSSC, BRC, dan IFS) maka sistem GFSI adalah sistem yang diterima oleh pasar FSSC secara tepat. Memastikan kembali bagaimana proses pasar Internasional dapat mengakomodasi perusahaan untuk memperluas segmentasi pasar dan buyer. Belum lagi apabila perusahaan menjalankan usaha co-packer yang mana terdapat persyaratan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang kuat.
(2) Meningkatkan Nilai Jaminan Keamanan Pangan
Secara otomatis, dengan meningkatkan sistem menjadi sistem GFSI maka perusahaan telah meningkatkan Sistem Manajemen Keamanan secara lebih hitam putih. Berbeda dengan ISO 22000, yang mana sistem yang tersedia memberikan area abu-abu terhadap penerapan keamanan pangan, FSSC 22000 lebih memperkaya nilai jaminan keamanan pangan pada perusahaan Anda.
(3) Memberikan Kepuasan Pelanggan
Dengan menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang tepat, perusahaan dipastikan memberikan status kepuasan pelanggan yang efektif. Dimana pelanggan menjadi lebih terjamin atas ketatnya sistem yang dipergunakan oleh perusahaan. Mengingat nilai status dari keefektifan kendali dari FSSC 22000 adalah memiliki tingkatan yang lebih ketat dibandingkan ISO 22000.
Pastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan di dalam perusahaan Anda berjalan secara tepat dan efektif terkendali. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dapat berjalan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Mengapa perusahaan perlu melakukan proses peningkatan (up grade) sistem, yang sebelumnya menggunakan ISO 22000 untuk kemudian menjadi FSSC 22000 (yang berbasiskan GFSI)?
(1) Memperluas Keberterimaan Pasar
Semenjak munculnya sistem sertifikasi GFSI (FSSC, BRC, dan IFS) maka sistem GFSI adalah sistem yang diterima oleh pasar FSSC secara tepat. Memastikan kembali bagaimana proses pasar Internasional dapat mengakomodasi perusahaan untuk memperluas segmentasi pasar dan buyer. Belum lagi apabila perusahaan menjalankan usaha co-packer yang mana terdapat persyaratan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang kuat.
(2) Meningkatkan Nilai Jaminan Keamanan Pangan
Secara otomatis, dengan meningkatkan sistem menjadi sistem GFSI maka perusahaan telah meningkatkan Sistem Manajemen Keamanan secara lebih hitam putih. Berbeda dengan ISO 22000, yang mana sistem yang tersedia memberikan area abu-abu terhadap penerapan keamanan pangan, FSSC 22000 lebih memperkaya nilai jaminan keamanan pangan pada perusahaan Anda.
(3) Memberikan Kepuasan Pelanggan
Dengan menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang tepat, perusahaan dipastikan memberikan status kepuasan pelanggan yang efektif. Dimana pelanggan menjadi lebih terjamin atas ketatnya sistem yang dipergunakan oleh perusahaan. Mengingat nilai status dari keefektifan kendali dari FSSC 22000 adalah memiliki tingkatan yang lebih ketat dibandingkan ISO 22000.
Pastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan di dalam perusahaan Anda berjalan secara tepat dan efektif terkendali. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dapat berjalan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Senin, 22 Agustus 2016
Desain Program Verifikasi Menurut Sistem ISO 22000
Dalam memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan berjalan dengan efektif, perusahaan harus menjalankan program verifikasi dengan tepat. Beberapa program verifikasi dilakukan hanya sebagai bentuk pemenuhan persyaratan administratif saja, namun secara aktualnya program verifikasi tidaklah hanya sekedar pemenuhan persyaratan administratif saja.
Perusahaan perlu untuk mendesain program verifikasi yang dapat secara tepat dan efektif dipergunakan untuk memperbaiki konsep sistem. Berikut adalah beberapa prinsip penting yang dapat dipergunakan dalam proses desain dari verifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000.
(1) Risk Analysis
Proses verifikasi dijalankan untuk dapat memastikan bahwa proses analisis resiko yang dilakukan adalah telah sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Metode serta frekuensi dari proses verifikasi harus dilakukan dengan memisahkan antara status resiko yang terbentuk dalam sistem yang telah disusun.
(2) Internal Audit
Program internal audit adalah mekanisme verifikasi yang disusun oleh perusahaan untuk dapat memastikan bahwa sistem telah dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang tepat. Melakukan analisis atas setiap identifikasi penyimpangan sistem selain untuk mengembalikan kepada sistem, internal audit juga dilakukan untuk mengevaluasi keutuhan sistem dalam mengendalikan bahaya.
(3) Pengujian Produk
Melakukan proses pengujian produk dilakukan sebagai bentuk konfirmasi atas kesesuaian sistem yang telah dilaksanakan. Menilai tingkat keefektifan terkait sistem atas resiko yang terkandung dalam produk adalah penting untuk selalu dijalankan dalam perusahaan.
Bagaimana menjalankan desain proses verifikasi yang tepat? Ada baiknya perusahaan menggunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan kesesuaian dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan . (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Perusahaan perlu untuk mendesain program verifikasi yang dapat secara tepat dan efektif dipergunakan untuk memperbaiki konsep sistem. Berikut adalah beberapa prinsip penting yang dapat dipergunakan dalam proses desain dari verifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000.
(1) Risk Analysis
Proses verifikasi dijalankan untuk dapat memastikan bahwa proses analisis resiko yang dilakukan adalah telah sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Metode serta frekuensi dari proses verifikasi harus dilakukan dengan memisahkan antara status resiko yang terbentuk dalam sistem yang telah disusun.
(2) Internal Audit
Program internal audit adalah mekanisme verifikasi yang disusun oleh perusahaan untuk dapat memastikan bahwa sistem telah dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang tepat. Melakukan analisis atas setiap identifikasi penyimpangan sistem selain untuk mengembalikan kepada sistem, internal audit juga dilakukan untuk mengevaluasi keutuhan sistem dalam mengendalikan bahaya.
(3) Pengujian Produk
Melakukan proses pengujian produk dilakukan sebagai bentuk konfirmasi atas kesesuaian sistem yang telah dilaksanakan. Menilai tingkat keefektifan terkait sistem atas resiko yang terkandung dalam produk adalah penting untuk selalu dijalankan dalam perusahaan.
Bagaimana menjalankan desain proses verifikasi yang tepat? Ada baiknya perusahaan menggunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan kesesuaian dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan . (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Implementasi ISO 22000 pada Industri Kemasan
Pada masa saat ini, pelaksanaan dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan tidaklah terbatas pada Industri Pangan. Saat ini ruang lingkup dari enerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan juga melingkupi pada industri kemasan.
Lalu bagaimana dengan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam industri kemasan dijalankan? Tidak berbeda dengan penerapan ISO 22000 pada industri pangan, dalam konsep penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan sesuai dengan prinsip yang mendasari program HACCP.
Berikut beberapa langkah implementasi yang dapat dilakukan oleh industri kemasan ketika melakukan program implementasi sertifikasi ISO 22000.
(1) Pre Requisite Program
Aplikasi dari penerapan Pre Requisite Program dijalankan berdasarkan pada analisis resiko yang ditetapkan dalam penetapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Tentu saja akan muncul perbedaan yang kuat antara produk kemasan primer dan produk kemasan sekunder berdasarkan pada konsep resikonya.
(2) Risk Control
Komponen utama atas resiko yang muncul dalam industri kemasan adalah faktor pengendalian yang terkait dengan bahaya kimia dan fisik. Dibandingkan dengan faktor kontaminan mikrobiologi, kemasan memiliki prioritas utama atas pengendalian bahan kimia. Pembatasan jenis bahan kimia yang dipergunakan serta pengendalian pemakaiannya adalah faktor yang penting yang dipergunakan sebagai pengendalian atas bahaya yang signifikan.
(3) Personel Hygiene
Kendali atas personel hygiene memiliki standar yang diaplikasikan berdasarkan pada level area resiko. Pengendalian personel hygiene dipastikan dilakukan dengan tujuan untuk dapat meminimalkan faktor resiko yang muncul dalam kemasan.
Dengan memahami teknik implementasi yang tepat, penerapan ISO 22000 tidak hanya dapat melindungi produk Anda namun juga dapat meningkatkan nilai jual dari bisnis industri kemasan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
PDCA Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan
Konsep strategis ISO 22000 adalah mengkombinasikan antara konsep strategis sistem yang dianut oleh ISO dengan HACCP. Dalam beberapa hal konsep strategis kemanan pangan dapat disinergikan dengan manajemen ISO.
Adapun pendekatan logis yang ditetapkan dalam PDCA (Plan Do Check Action), adalah dijalankan sebagai berikut:
(1) Plan/ Perencanaan
Proses perencanaan dalam Sistem Manajeman Keamanan Pangan dilakukan dengan menjalankan konsep analisis resiko yang tepat dan efektif. Penetapan resiko didasarkan sesuai dengan prinsip langkah dalam prinsip HACCP.
(2) Do/ Pelaksanaan
Proses penetapan atas langkah penyusunan sistem yang dijalankan sesuai dengan resiko keamanan pangan yang teranalisis. Proses lanjutan dari penyusunan sistem tersebut adalah kegiatan pelaksanaan dari sistem tersebut.
(3) Check/ Pemeriksaan
Program pemeriksaan dilakukan untuk dapat memastikan bahwa proses serta sistem yang dijalankan adalah sesuai dengan keefektifan keamanan pangan yang telah ditetapkan. Dalam prinsip HACCP, pemeriksaan adalah kegiatan verifikasi yang dipergunakan untuk memastikan kesesuaian keamanan pangan.
(4) Action/ Tindak Lanjut
Proses pelaksanaan tindak lanjut atas perbaikan dan evaluasi verifikasi. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa setiap tindakan dijalankan dan dipastikan untuk dapat meminimalkan resiko. Kegiatan verifikasi yang dilakukan sebelumnya dijadikan dasar proses kajian resiko dalam tahapan proses berikutnya.
Pastikan konsep dan prinsip Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 dan HACCP dijalankan oleh perusahaan secara tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan kesesuaian atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Adapun pendekatan logis yang ditetapkan dalam PDCA (Plan Do Check Action), adalah dijalankan sebagai berikut:
(1) Plan/ Perencanaan
Proses perencanaan dalam Sistem Manajeman Keamanan Pangan dilakukan dengan menjalankan konsep analisis resiko yang tepat dan efektif. Penetapan resiko didasarkan sesuai dengan prinsip langkah dalam prinsip HACCP.
(2) Do/ Pelaksanaan
Proses penetapan atas langkah penyusunan sistem yang dijalankan sesuai dengan resiko keamanan pangan yang teranalisis. Proses lanjutan dari penyusunan sistem tersebut adalah kegiatan pelaksanaan dari sistem tersebut.
(3) Check/ Pemeriksaan
Program pemeriksaan dilakukan untuk dapat memastikan bahwa proses serta sistem yang dijalankan adalah sesuai dengan keefektifan keamanan pangan yang telah ditetapkan. Dalam prinsip HACCP, pemeriksaan adalah kegiatan verifikasi yang dipergunakan untuk memastikan kesesuaian keamanan pangan.
(4) Action/ Tindak Lanjut
Proses pelaksanaan tindak lanjut atas perbaikan dan evaluasi verifikasi. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa setiap tindakan dijalankan dan dipastikan untuk dapat meminimalkan resiko. Kegiatan verifikasi yang dilakukan sebelumnya dijadikan dasar proses kajian resiko dalam tahapan proses berikutnya.
Pastikan konsep dan prinsip Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 dan HACCP dijalankan oleh perusahaan secara tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan kesesuaian atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Memilih Badan Sertifikasi ISO 22000
Dalam melakukan proses pemilihan badan sertifikasi terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, harus dapat dipastikan bahwa perusahaan melakukan proses pemilihan Badan Sertifikasi Keamanan Pangan ISO 22000 secara tepat. Lalu bagaimana proses pemilihan badan sertifikasi secara tepat bagi perusahaan.
Berikut beberapa tips/ strategi yang tepat bagi perusahaan dalam memilih Badan Sertifikasi ISO 22000.
(1) Melihat Kebutuhan Buyer/ Pelanggan
Memastikan bahwa kebutuhan buyer ditetapkan atas badan sertifikasi, pemilihan negara tujuan ekspor ataupun kesamaan badan sertifikasi dengan buyer/ pelanggan.
(2) Mendapatkan Informasi atas Badan Sertifikasi ISO 22000
Mendapatkan informasi mengenai sejarah atauun pengalaman badan sertifikasi dalam proses penanganan klien. Beberapa badan sertifikasi yang telah menangani brand perusahaan besar dan memegang kontrak global atas perusahaan yang ditetapkan.
(3) Budget / Biaya Alokasi Sertifikasi
Penetapan terkait dengan budget sertifikasi pada beberapa perusahaan adalah hal penting, namun diharapkan tidak menjadi prioritas utama badan sertifikasi dalam melakukan proses pemilihan atas badan sertifikasi.
Apabila perusahaan masih meragukan badan sertifikasi, ada baiknya perusahaan melakukan proses pra audit untuk dapat melihat pendekatan audit yang dilakukan oleh perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam melakukan proses pengembagan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Minggu, 21 Agustus 2016
Memilih Konsultan Keamanan Pangan yang Tepat
Bagi perusahaan industri pangan, program sertifikasi keamanan adalah hal penting yang tidak dapat ditawar lagi. Arti sertifikasi dalam industri keamanan pangan, bukan hanya berbentuk lembar sertifikat saja namun juga menjadi komitmen atas perusahaan terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
Untuk melancarkan dan menjaga komitmen yang terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, terkadang perusahaan menggunakan jasa konsultan keamanan pangan untuk memastikan kesesuaian terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang akan diterapkan,lalu apa peranan yang dilakukan konsultan dalam menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (ISO 22000, BRC, HACCP, serta Sistem Manajemen.
(1) Memastikan Proses Initial Validation
Konsultan dengan pengalaman yang memadai dapat membantu perusahaan dalam menjalankan proses validasi (konfirmasi) awal terhadap sistem sebelum sistem tersebut didesain/ dibentuk. Berbekal pengalaman serta referensi yang memadai, perusahaan dapat memastikan sistem yang akan didesain adalah sistem awal yang mampu menjaga produk dan konsumen secara tepat.
(2) Melakukan Proses Penyusunan Sistem
Konsultan memiliki peranan yang kuat dalam mendesain sistem. Menyusun level/ tingkatan sistem yang tepat dengan kemampuan perusahaan dalam mengadopsi program keamanan pangan. Bagaimana setiap tingkatan dalam organisasi mampu secara adapatif menjalankan program adalah bagian penting dari desain sistem yang disusun oleh perusahaan.
(3) Melakukan Proses Verifikasi Sistem
Dalam manajemen keamanan pangan, penetapan metode atas verifikasi keamanan pangan adalah hal penting yang menjadi bagian penting dalam proses implementasi keamanan pangan. Desain verifikasi adalah suatu tahapan yang mudah dijalankan oleh perusahaan serta efektif dapat berjalan.
(4) Menjalankan Program Implementasi
Kegiatan implementasi membutuhkan adanya kegiatan adapsi serta desain sosialisasi yang tepat untuk dapat memastikan bahwa proses adaptasi dapat berjalan dengan tepat dan efektif.
Adalah penting bagi perusahaan, untuk memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan berjalan dengan tepat. Mengingat sertifikasi adalah investasi yang tidak sedikit, adalah lebih baik apabila perusahaan menggunakan referensi eksternal yang tepat dalam menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Untuk melancarkan dan menjaga komitmen yang terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, terkadang perusahaan menggunakan jasa konsultan keamanan pangan untuk memastikan kesesuaian terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang akan diterapkan,lalu apa peranan yang dilakukan konsultan dalam menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (ISO 22000, BRC, HACCP, serta Sistem Manajemen.
(1) Memastikan Proses Initial Validation
Konsultan dengan pengalaman yang memadai dapat membantu perusahaan dalam menjalankan proses validasi (konfirmasi) awal terhadap sistem sebelum sistem tersebut didesain/ dibentuk. Berbekal pengalaman serta referensi yang memadai, perusahaan dapat memastikan sistem yang akan didesain adalah sistem awal yang mampu menjaga produk dan konsumen secara tepat.
(2) Melakukan Proses Penyusunan Sistem
Konsultan memiliki peranan yang kuat dalam mendesain sistem. Menyusun level/ tingkatan sistem yang tepat dengan kemampuan perusahaan dalam mengadopsi program keamanan pangan. Bagaimana setiap tingkatan dalam organisasi mampu secara adapatif menjalankan program adalah bagian penting dari desain sistem yang disusun oleh perusahaan.
(3) Melakukan Proses Verifikasi Sistem
Dalam manajemen keamanan pangan, penetapan metode atas verifikasi keamanan pangan adalah hal penting yang menjadi bagian penting dalam proses implementasi keamanan pangan. Desain verifikasi adalah suatu tahapan yang mudah dijalankan oleh perusahaan serta efektif dapat berjalan.
(4) Menjalankan Program Implementasi
Kegiatan implementasi membutuhkan adanya kegiatan adapsi serta desain sosialisasi yang tepat untuk dapat memastikan bahwa proses adaptasi dapat berjalan dengan tepat dan efektif.
Adalah penting bagi perusahaan, untuk memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan berjalan dengan tepat. Mengingat sertifikasi adalah investasi yang tidak sedikit, adalah lebih baik apabila perusahaan menggunakan referensi eksternal yang tepat dalam menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Langganan:
Postingan (Atom)