Dalam proses penyusunan serta program Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, ada baiknya perusahaan mengkaji besaran nilai investasi yang dibutuhkan untuk menjalankan program Sertifikasi ISO 22000 tersebut.
Berikut ini adalah beberapa faktor nilai investasi yang dipersyaratkan untuk dijalankan dalam program Sertifikasi ISO 22000.
(1) Investasi Infrastruktur
Berbeda dibandingkan dengan penerapan Sistem ISO lainnya, dalam proses penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, perusahaan harus memastikan kesesuaian atas dijalankannya infrastruktur. Beberapa pertimbangan seperti resiko dan persyaratan PRP harus dipertimbagkan secara akurat dalam melakukan proses penetapan infrastruktur.
(2) Investasi Sistem
Menjalankan konsep strategis dan menjalankan persyaratan keamanan pangan dengan memastikan bahwa seluruh persyaratan tersedia dalam sistem. Investasi sistem bisa dijalankan dalam bentuk investasi tertulis dan implementasi dari sistem investasi itu sendiri.
(3) Investasi SDM (Sumber Daya Manusia)
Program pelaksanaan investasi SDM adalah salah satu kegiatan investasi yang juga bernilai tinggi. Seluruh kegiatan yang terkait dengan program sosialisasi, peningkatan kompetensi serta program pelatihan adalah penting dijalankan dalam konteks kepatuhan serta prilaku positif yang terkait dengan manajemen Sistem Manajemen Keamanan Pangan.
Untuk mengurangi investasi yang berlebih, beberapa perusahaan menggunakan referensi eksternal seperti konsultan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Konsultan ini dapat amat sangat membantu perusahaan untuk meminimalkan resiko perusahaan dengan cara penggunaan validasi secara tepat dan akurat. Ada baiknya perusahaan memastikan kompetensi atas konsultan dengan tepat dan efektif untuk dapat menghindarkan dari dampak atas resiko kesalahan dalam penyusunan sistem manajemen operasionalnya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar