Selasa, 28 Agustus 2018

Memahami ISO 22000:2018

Pembaharuan atas Sistem ISO 22000:2018 menjadi bagian penting yang perlu menjadi perhatian bagi perusahaan-perusahaan yang telah menjalankan standar Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Lalu bagaimana proses pengembangan dapat dilakukan dengan tepat dalam program revisi yang terbaru.

(1) Mengitegrasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dengan Konteks Organisasi dimana perusahaan diminta untuk melakukan identifikasi terkait dengan issue-issue negatif dan positif dalam perusahaan. 

(2)  Menyusun Sistem Berbasiskan Resiko
Dalam penerapan ISO 22000 versi 2018, proses implementasi dijalankan debgan berbasiskan pada resiko.  Dengan melihat pada konsep tersebut,  status penyusunan sistem dijalankan sesuai dengan kebutuhan pada resiko yang ada.  Sehingga penetapan bahaya tidak hanya terfokus kepada bahaya yang ada,  tetapi juga kepada resiko keamanan pangan.

(3) Menyusun Control Measure yang Terverifikasi
Konsep penerapan dari control measure harus diverifikasi untuk memastikan keefektifannya.  Bagaimana control measure tersebut dapat dipastikan dijalankan tersebut.

(4) Menjalankan Prosedur Verifikasi dan Validasi
Melakukan pemastian bahwa proses verifikasi dan validasi dijalankan pada titik CCP dan OPRP.

Bagaimana konsep dari penerapan ISO 22000  versi 2018 dapat dijalankan?  Pastikan referensi eksternal yang tepat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan keamanan pangan yang tepat dan efektif.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 08 Juli 2018

Memahami ISO 22000:2018

Saat ini penerapan ISO 22000:2005 telah dilakukan proses up grade (pembaharuan) menjadi versi 2018. Terdapat beberapa perubahan yang perlu untuk dicermati oleh perusahaan yang sebelumnya telah mempergunakan ISO 22000:2005 atas perubahan yang dimaksud.  Berikut adalah sekilas informasi yang dapat dipelajari.

(1) Konsep PDCA dalam Sistem
Konsep PDCA yang dikembangkan dalam sistem diselaraskan sesuai dengan perubahan yang dijalankan sesuai dengan ISO 9001:2015. Dimana proses perencanaan yang yang terbentuk dimulai dari konteks organisasi, Leadership (kepemimpinan), perencanaan, serta dukungan proses. Untuk pelaksanaan masuk ke dalam klausul yang terkait dengan operasi. Untuk proses pemeriksaan dilakukan sebagai evaluasi kinerja. Untuk tahapan tindak lanjut dijalankan dalam bentuk klausul improvement.

Membedah kembali isi dari konteks organisasi, dimana perusahaan diminta untuk melakukan proses identifikasi terkait dengan issue internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi intregitas dalam proses penerapan sistem manajemen keamanan pangan.  Aspek leadership juga membahas bahwa proses implementasi atas sistem ditetapkan oleh Top Manajemen tidak melalui penetapan dari Management Representative tetapi kepada penetapan personel yang bertanggung jawab dari proses pelaksaanan sistem sesuai dengan tanggung jawab yang telah dipersyaratkan.

(2) Konteks Organisasi dalam Penerapan Sistem
Proses mendesain Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan sesuai dengan konteks organisasi yang tepat dan efektif.  Melakukan proses analisis terhadap issue internal dan eksternal dilakukan untuk hal yang positif dan negatif sesuai dengan konsep keamanan pangan yang dijalankan dalam perusahaan. Konteks organisasi juga harus dapat mempertimbangkan kebutuhan serta kepentingan dengan pihak lainnya

(3) Evaluasi Sistem
Mempertegas kembali sistem keamanan pangan yang dipergunakan dalam perusahaan. Strategi dan konsep yang dipergunakan adalah dengan melakukan proses validasi, pemantauan serta verifikasi. Validasi adalah proses evaluasi awal yang ditetapkan sebelum sistem dijalankan, proses pemantauan selama proses dijalankan serta proses verifikasi ketika sistem telah dijalankan.

(4) Evaluasi vendor
Penetapan dan proses evaluasi vendor adalah bagian penting yang harus dijalankan sebagai bentuk perbaikan performa dari pemasok tersebut.  Bagaimana proses evaluasi dijalankan dengan penetapan kriteria yang sudah ditetapkan untuk memastikan bahwa proses dijalankan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Sudah siapkah perusahaan Anda untuk melakukan proses pembaharuan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2018. Lakukan proses penetapan referensi eksternal secara tepat untuk memastikan sistem dapat dijalankan dengan baik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 27 Mei 2018

Program Sertifikasi HACCP untuk Industri Sarang Burung Walet

Untuk meningkatkan nilai kompetitif dari bisnis industri sarang burung walet, program sertifikasi yang dijalankan dalam perusahaan menjadi suatu persyaratan yang penting untuk menjalankan ekspor produk sarang burung walet. Program sertifikasi adalah proses penting yang pada prinsipnya bukan berorientasi dari sertifikat yang diambil namun lebih kepada bagaimana sistem dijalankan untuk memastikan kesesuaian tersebut dijalankan.

Lalu bagaimana program sertifikasi HACCP dapat dijalankan oleh perusahaan dengan tepat. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh perusahaan.

(1) Melakukan Evaluasi Kebutuhan Sistem
HACCP adalah sistem keamanan pangan. Bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa proses produksi dan pengemasan yang dilakukan adalah dijalankan sesuai dengan prinsip yang ada dalam Sistem HACCP. Penerapan sistem HACCP itu sendiri tidak hanya berorientasi pada proses produksi saja, namun juga terkait dengan proses seleksi dan evaluasi pemasok, detail proses pembantu lainnya yang dapat meminimalkan resiko (seperti maintenance) serta program verifikasi dan validasi yang ditetapkan dalam sistem keamanan pangan.

(2) Program Pelatihan
Perusahaan menjalankan program-program pelatihan yang diwajibkan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Adapun program yang dimaksud adalah pelatihan PRP (seperti personal hygiene dan chemical control), pelatihan terkait dengan bahaya keamanan pangan (seperti dasar-dasar mikrobilogi), serta pelatihan yang terkait dengan pembentukan prilaku dari pengolah industri pangan. Ada baiknya perusahaan mempergunakan konsultan yang tidak hanya membantu dalam menyusun dokumen saja namun juga memastikan bagaimana pelatihan dijalankan.

(3) Program Audit
Dalam proses penerapan HACCP terdapat dua jenis kegiatan audit. Hal tersebut adalah audit internal dan audit eksternal.  Audit internal adalah audit yang dilakukan oleh tim internal perusahaan sedangkan audit eksternal adalah audit yang dilakukan oleh badan sertifikasi.

Adalah penting bagi industri sarang burung walet untuk mempersiapkan secara dini sistem yang lengkap, sesuai dan komprehensif. Tentu saja ini bertujuan untuk dapat memastikan bahwa sistem yang dijalankan tersebut adalah efektif dan mampu dijalankan oleh perusahaan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)