Senin, 24 Juli 2017

5 Tantangan Penerapan HACCP dalam Bisnis Katering

Apakah saat ini Anda bergerak di bidang Katering/ Food Service? Apakah perusahaan Anda atau unit usaha Anda tertarik untuk menerapkan HACCP?  Sebelum melangkah ke dalam program penerapan sertifikasi keamanan pangan (HACCP), ada baiknya perusahaan dapat memastikan hal apa saya yang patut menjadi bagian penting yang tidak boleh dilupakan oleh pengelola Catering Service.

(1) Pengendalian Kebersihan
Produk-produk catering cenderung memiliki tingkat resiko keamanan yang tinggi.  Pola pengelolaan kebersihan dan sanitasi menjadi bagian penting untuk dipastikan terjaga.  Suatu transformasi besar bagi industri catering untuk memastikan pola pengelolaan "dapur" dari yang dahulu bersifat konvensional menjadi dapur yang terkelola dan peduli keamanan pangan.

(2) Kualitas Sumber Daya Manusia
Memastikan bahwa kualitas SDM terkelola dengan baik. Pemahaman atas bagaimana konsep pengelolaan keamanan pangan dijalankan adalah menjadi bagian penting untuk dapat dioptimalkan oleh perusahaan.  Peningkatan kualitas terkait SDM tersebut menjadi bagian penting atas bagaimana pencegahan atas seluruh resiko yang mungkin terjadi pada pengelolaan.

(3) Manajemen Pembelian
Melakukan proses pembelian dijalankan untuk memastikan seluruh pemasok yang memasukkan material mematuhi dan menjalankan seluruh persyaratan yang ditetapkan standar keamanan pangan.  Pengelolaan produk yang dipergunakan bahan baku adalah penting untuk dipastikan memenuhi standar persyaratan keamanan pangan.

(4) Penyajian dan Transportasi Produk
Bagaimana perusahaan memastikan bahwa proses penyajian dan transportasi produk dijalankan untuk memastikan bahwa produk aman. Memastikan temperatur dan penanganan selama penyajian dan transportasi dijalankan untuk dapat memastikan produk aman untuk dikonsumsi.

(5)Rantai Proses
Memastikan rantai urutan proses dijalankan secara aman dan tidak terjadi kontaminasi silang pada proses yang dijalankan tersebut.  Melakukan pengendalian secara efektif untuk dapat menghindari adanya proses kontaminasi silang yang dapat muncul dalam rantai proses tersebut.

Bagaimana dengan kebutuhan perusahaan Anda atas keamanan pangan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat meningkatkan standar keamanan pangan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Rabu, 21 Juni 2017

Memahami Jenis Sertifikasi Keamanan Pangan

Tanggal 15 Desember 2016, pemerintah telah mencanangkan kewajiban bagi setiap industri pangan untuk dapat menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Bagi pelaku industri pangan, untuk dapat meningkatkan sistem manajemen keamanan pangan, adalah penting untuk dapat memastikan jenis sertifikasi yang dipergunakan oleh industri pangan.

Terdapat 3 (tiga) kelompok sertifikasi yang umum untuk dipergunakan terkait dengan manajemen keamanan pangan.  Berikut ini adalah penjelasan 3 (tiga) jenis sertifikasi yang dimaksudkan tersebut.

(1) Sertifikasi Non GFSI
Sertifikasi ini bukanlah jenis sertifikasi yang menjadi standar persyaratan yang dikeluarkan oleh GFSI (Global Food Safety Initiative).  Sedikit berbeda dengan sistem GFSI, penerapan non GFSI masih mempergunakan batasan keamanan pangan lebih berdasarkan pada konsep verifikasi yang ditetapkan oleh pelanggan.  Sertifikasi yang termasuk dalam Non GFSI adalah sertifikasi HACCP dan sertifikasi ISO 22000.

(2) Sertifikasi GFSI
Sertifikasi ini menggunakan panduan yang diterbitkan oleh GFSI.  Konsep keseragaman atas PRP menjadi poin penting dalam implementasinya di luar dari program verifikasi yang dijalankan oleh perusahaan.  Tersedianya aspek penyatuan atas konsep fraud dan food security yang menjadi bagian penting dalam implementasi standar GFSI. Adapun contoh dari sertifikasi GFSI adalah FSSC, BRC dan IFS.

(3) Sertifikasi Sustainability
Selain terkait dengan keamanan pangan, beberapa sertifikasi juga memasukkan prinsip sustainability yang terkait dengan lingkungan.  Dimana perusahaan diminta untuk mengintegrasikan antara keamanan pangan, lingkungan serta ethical.  Sistem sertifikasi ini seperti pelakasanaan sertifikasi untuk BAP (Best Aquaculture Practice) dan Friends of The Sea.

Jenis sertifikasi yang dipilih oleh perusahaan dapat dipertimbangkan berdasarkan pada kepentingan serta persyaratan pelanggan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan program sertifikasi di dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)