Senin, 26 September 2016

3 Prinsip Penting dalam Penetapan Expired Date dalam Produk

Dalam mengendalikan keamanan produk pangan, penetapan atas batas masa simpan adalah pengelolaan yang terkait bagaimana produk disimpan dan dijaga keberlangsungan atas umur masa simpannya. Banyak perusahaan ketika menjalankan konsep dan strategi penetapan shelf life melupakan beberapa prinsip penting yang perlu untuk diperhatikan ketika menyusun batasan waktu simpan tersebut.

Terdapat 3 prinsip penting yang menjadi perhatian penting ketika menetapkan expired date dalam produk.

(1) Karakter Produk

Ada pentingnya perusahaan untuk melakukan analisis terhadap karakter produk, seperti pH ataupun Aw dari produk yang dimaksud. Produk berbasis asam memiliki kecenderungan untuk mampu bertahan atas kontaminasi mikroba dibandingkan denga produk berbasis basa. Protein dan lemak secara kandungan dalam bahan pangan dapat memberikan pengaruh terhadap potensi pertumbuhan mikroba.

(2) Proses Pengemasan
Bagaimana produk dikemas serta tata cara penyimpanan adalah bagian penting untuk memastikan bahwa produk aman dan dapat terkonsumsi secara tepat. Pengemasan yang dapat memastikan secara vacuum produk tersimpan akan memberikan nilai waktu simpan yang lebih panjang.

(3) Proses Konsumsi dan Distribusi
Produk dengan type konsumsi secara langsung memiliki waktu penyimpanan yang lebih terbatas dibandingkan dengan produk yang harus melalui proses pengolahan sebelum dilakukan proses konsumsi.

Bagaimana perusahaan menetapkan masa simpan produk yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat memastikan Sistem Manajemen Keamanan Kemanan Pangan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 04 September 2016

5 Masalah Penting dalam Penyusunan Sistem Manajemen ISO 22000 pada Food Service/ Katering

Dalam menyusun Sistem Manajemen Keamanan Pangan, perusahaan membutuhkan suatu dasar penting yang dapat dijadikan bagian untuk melakukan penyusunan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  Namun, hal yang perlu dipertimbangkan terkait dengan penyusunan Sistem Manajemen ISO 22000 adalah beberapa permasalahan yang dapat menjadi hambatan dalam penyusunan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Berikut adalah 5 permasalahan penting yang terkait dengan penyusunan Sistem Manajemen ISO 22000:

(1) Komitmen Manajemen
Proses penetapan sistem sangat tergantung kepada Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang ditetapkan dalam perusahaan. Bagaimana proses atas aplikasi komitmen yang dimaksudkan tersebut dijalankan dalam perusahaan? Tanpa komitmen yang kuat , niscaya Sistem Manajemen Keamanan Pangan sulit untuk dijalankan.

(2) Prilaku Organisasi
Bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa prilaku organisasi dapat dijalankan secara tepat dan efektif. Beberapa perusahaan memiliki sistem yang tepat, namun memiliki prilaku organisasi yang tidak mendukung bisnis secara maksimal.

(3) Resiko Operasional
Pengendalian yang terkait atas status resiko operasional menjadi bagian penting dalam memastikan konsistensi dijalankan.  Perusahaan-perusahaan yang memiliki tingkat ketergantuangan tinggi dengan alam serta penanganan bahan baku mentah memiliki tingkat resiko operasional yang tinggi.  Resiko operasional juga wajib untuk mempertimbangkan atas klasifikasi produk akhir yang dipersyaratkan.

(4) Persyaratan Pemerintah dan Pelanggan
Dalam penerapan ISO 22000, seperti atas penerapan ISO yang lain, perusahaan harus menunjukkan adanya kepatuhan atas persyaratan pemerintah dan pelanggan. Memastikan bahwa status operasional dalam perusahaan dapat terkendali secara tepat dan maksimal.

(5) Kompetensi Organisasi
Memastikan bahwa tingkatan pengetahuan dan kemampuan organisasi dalam mengabsorbsi sistem, dimana perusahaan harus dapat mempergunakan sistem secara tepat dan memastikan bahwa kompetensi dalam organisasi dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ada.

Bagaimana perusahaan dapat memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000 dijalankan secara tepat? Untuk meminimalkan resiko pengendalian masalah yang tidak tepat, perusahaan dapat mempergunakan jasa konsultan untuk dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jumat, 02 September 2016

Menjalankan Verifikasi Keamanan Pangan yang Efektif

Dalam menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang berbasiskan ISO 22000, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat menjalankan verifikasi keamanan pangan.  Apa yang dimaksud dengan verifikasi keamanan pangan itu sendiri?

Verifikasi keamanan pangan adalah proses evaluasi atas efektifitas sistem yang disusun ke dalam jaminan proteksi atas produk yang dihasilkan.  Banyak pelaku kemanan pangan mengalami kesalahan dalam membedakan antara verifikasi dan validasi. Sebagai catatan, kegiatan validasi adalah proses verifikasi itu sendiri. Namun tidak seluruh proses verifikasi adalah proses validasi.

Lalu kegiatan apa saja yang menjadi bagian dari tahapan proses verifikasi keamanan pangan? Berikut adalah tahapan yang dapat dikaji sebagai proses bentuk verifikasi atas keamanan pangan.

(1) Verifikasi Alir Proses
Proses kajian yang dijalankan dalam tahapan alir proses. Dimana dalam setiap tahapan, tim HACCP/ Keamanan Pangan melakukan pemeriksaan atas seluruh identifikasi potensi bahaya yang timbul. Menjalankan proses analisis secara tepat dan efektif sebagai bentuk penilaian seberapa besar atas potensi kemunculan bahaya tersebut dapat timbul.

(2) Internal Audit
Memastikan kesesuaian antara seluruh regulasi, persyaratan ISO 22000 serta spesifikasi baik dari pelanggan maupun di luar pelanggan untuk dapat tertangani dengan baik dan tepat. Memastikan bahwa implementasi dari sistem adalah benar-benar efektif dapat meminimalkan seluruh resiko yang ada.

(3) Pengujian Produk dan Air Proses
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa sistem pengolahan baik atas air dan produk adalah benar dapat secara efektif meminimalkan seluruh resiko yang ada.

(4) Uji Swab
Melakukan pemeriksaan bahwa program sanitasi yang dijalankan adalah memang benar dan tepat dalam meminimalkan seluruh resiko mikrobiologi.

(5) Kalibrasi
Metode pengujian yang dilakukan untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian dari fungsi pengukur dari suatu peralatan.

(6) Verifikasi Catatan dan Dokumentasi
Memastikan bahwa fungsi pelaksanaan dari suatu kegiatan/ proses terjalankan dan tercatat.  Melakukan evaluasi atas setiap potensi penyimpangan yang dapat muncul dalam sistem.

Menjalankan proses verifikasi itu sendiri selain dapat dilakukan oleh pihak internal, namun tidak sedikit mengambil peranan pihak eksternal dalam proses realisasinya. Kegiatan seperti assessment dan audit eksternal dapat dijalankan untuk dapat memastikan kesesuaian atas sistem yang dijalankan. Lakukan penggunaan referensi eksternal yang tepat dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kamis, 01 September 2016

Menilai Harga Konsultan ISO 22000 dan Keamanan Pangan

Saat ini, banyak perusahaan jasa konsultan keamanan pangan ataupun konsultan freelance yang dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi keamanan pangan. Beberapa perusahaan mencari konsultan dengan harga "murah" serta beberapa perusahaan lainnya mencari konsultan dengan harga sesuai dengan kualitas.

Apabila saat ini perusahaan Anda sedang melakukan proses pencarian atas jasa konsultan mungkin ada baiknya lakukan proses evaluasi secara tepat terkait dengan nilai investasi atas harga jasa konsultasi yang ditawarkan oleh jasa konsultan tersebut. Berikut adalah beberapa parameter yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan dalam melakukan penilaian atas harga konsultasi keamanan pangan/ ISO 22000.

(1) Agenda Pekerjaan
Dalam hal ini, pastikan perusahaan mengkaji bagaimana mekanisme dari konsultan bekerja. Tahapan serta waktu kerja yang diluangkan dalam perusahaan Anda. Ada baiknya perusahaan memastikan bahwa agenda pekerjaan menjadi bagian penting untuk dikaji kepentingan dan manfaatnya.

(2) Kompetensi Konsultan
Beberapa konsultan memiliki nilai kompetensi baik dan berada pada jam terbang cukup tinggi. Sedangkan beberapa konsultan lain adalah pemula. Sangat penting bagi perusahaan untuk menilai tingkat resiko bisnis yang dihasilkan apabila menggunakan konsultan yang tidak kompeten.

Ada baiknya perusahaan mengkaji penilaian atas harga investasi konsultasi dan set up Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan Manajemen Keamanan Pangan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Berapa Investasi Sertifikasi ISO 22000?

Dalam proses penyusunan serta program Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, ada baiknya perusahaan mengkaji besaran nilai investasi yang dibutuhkan untuk menjalankan program Sertifikasi ISO 22000 tersebut.

Berikut ini adalah beberapa faktor nilai investasi yang dipersyaratkan untuk dijalankan dalam program Sertifikasi ISO 22000.

(1) Investasi Infrastruktur
Berbeda dibandingkan dengan penerapan Sistem ISO lainnya, dalam proses penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, perusahaan harus memastikan kesesuaian atas dijalankannya infrastruktur.  Beberapa pertimbangan seperti resiko dan persyaratan PRP harus dipertimbagkan secara akurat dalam melakukan proses penetapan infrastruktur.

(2) Investasi Sistem
Menjalankan konsep strategis dan menjalankan persyaratan keamanan pangan dengan memastikan bahwa seluruh persyaratan tersedia dalam sistem.  Investasi sistem bisa dijalankan dalam bentuk investasi tertulis dan implementasi dari sistem investasi itu sendiri.

(3) Investasi SDM (Sumber Daya Manusia)
Program pelaksanaan investasi SDM adalah salah satu kegiatan investasi yang juga bernilai tinggi. Seluruh kegiatan yang terkait dengan program sosialisasi, peningkatan kompetensi serta program pelatihan adalah penting dijalankan dalam konteks kepatuhan serta prilaku positif yang terkait dengan manajemen Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Untuk mengurangi investasi yang berlebih, beberapa perusahaan menggunakan referensi eksternal seperti konsultan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Konsultan ini dapat amat sangat membantu perusahaan untuk meminimalkan resiko perusahaan dengan cara penggunaan validasi secara tepat dan akurat. Ada baiknya perusahaan memastikan kompetensi atas konsultan dengan tepat dan efektif untuk dapat menghindarkan dari dampak atas resiko kesalahan dalam penyusunan sistem manajemen operasionalnya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)