Jumat, 02 September 2016

Menjalankan Verifikasi Keamanan Pangan yang Efektif

Dalam menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang berbasiskan ISO 22000, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat menjalankan verifikasi keamanan pangan.  Apa yang dimaksud dengan verifikasi keamanan pangan itu sendiri?

Verifikasi keamanan pangan adalah proses evaluasi atas efektifitas sistem yang disusun ke dalam jaminan proteksi atas produk yang dihasilkan.  Banyak pelaku kemanan pangan mengalami kesalahan dalam membedakan antara verifikasi dan validasi. Sebagai catatan, kegiatan validasi adalah proses verifikasi itu sendiri. Namun tidak seluruh proses verifikasi adalah proses validasi.

Lalu kegiatan apa saja yang menjadi bagian dari tahapan proses verifikasi keamanan pangan? Berikut adalah tahapan yang dapat dikaji sebagai proses bentuk verifikasi atas keamanan pangan.

(1) Verifikasi Alir Proses
Proses kajian yang dijalankan dalam tahapan alir proses. Dimana dalam setiap tahapan, tim HACCP/ Keamanan Pangan melakukan pemeriksaan atas seluruh identifikasi potensi bahaya yang timbul. Menjalankan proses analisis secara tepat dan efektif sebagai bentuk penilaian seberapa besar atas potensi kemunculan bahaya tersebut dapat timbul.

(2) Internal Audit
Memastikan kesesuaian antara seluruh regulasi, persyaratan ISO 22000 serta spesifikasi baik dari pelanggan maupun di luar pelanggan untuk dapat tertangani dengan baik dan tepat. Memastikan bahwa implementasi dari sistem adalah benar-benar efektif dapat meminimalkan seluruh resiko yang ada.

(3) Pengujian Produk dan Air Proses
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa sistem pengolahan baik atas air dan produk adalah benar dapat secara efektif meminimalkan seluruh resiko yang ada.

(4) Uji Swab
Melakukan pemeriksaan bahwa program sanitasi yang dijalankan adalah memang benar dan tepat dalam meminimalkan seluruh resiko mikrobiologi.

(5) Kalibrasi
Metode pengujian yang dilakukan untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian dari fungsi pengukur dari suatu peralatan.

(6) Verifikasi Catatan dan Dokumentasi
Memastikan bahwa fungsi pelaksanaan dari suatu kegiatan/ proses terjalankan dan tercatat.  Melakukan evaluasi atas setiap potensi penyimpangan yang dapat muncul dalam sistem.

Menjalankan proses verifikasi itu sendiri selain dapat dilakukan oleh pihak internal, namun tidak sedikit mengambil peranan pihak eksternal dalam proses realisasinya. Kegiatan seperti assessment dan audit eksternal dapat dijalankan untuk dapat memastikan kesesuaian atas sistem yang dijalankan. Lakukan penggunaan referensi eksternal yang tepat dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar