Selasa, 14 April 2020

5 Faktor yang Penting dalam Proses Penerapan Sistem HACCP

Dalam penerapan Sistem HACCP, banyak faktor penting yang perlu untuk diperhatikan khususnya terkait dengan penerapan dan implementasi PRP (Pre Requisite Program). Bagaimana dalam perusahaan proses penerapan atas Sistem HACCP dijalankan pada setiap perusahaan? Hal yang pasti bahwa penerapan sistem HACCP adalah tidak sama antar setiap perusahaan. 

Untuk dapat menjalankan proses penerapan Sistem HACCP yang tepat dan efektif. Maka dilakukan proses penerapan terkait dengan Sistem HACCP yang tepat dan efektif. Namun, ada baiknya perusahaan memahami terlebih dahulu 5 (lima) faktor penting dalam proses penerapan sistem HACCP.

(1) Tim HACCP
Tim HACCP yang dimiliki oleh perusahaan adalah mumpuni, ada baiknya perusahaan memastikan bahwa kompetensi dari personal yang bertanggung dalam Tim HACCP dapat mengakomodasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan dengan tepat.

(2) Komitmen Manajemen
Ini bisa menjadi faktor utama yang mendukung bagaimana Sistem Manajemen Keamanan Pangan terpenuhi dan sesuai dengan persyaratan. Mengingat dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan terlihat berbiaya tinggi namun hasil dari pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang efektif dapat meminimalkan resiko yang muncul.

(3) Pemahaman yang Tepat Atas Resiko Produk
Bagaimana perusahaan memiliki pemahaman atas resiko produk adalah menjadi penting dalam menyusun set up dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang tepat dan efektif.

(4) Pelatihan Karyawan
Penerapan sistem sangat dipengaruhi oleh SDM (Sumber Daya Manusia).  Program pelatihan harus dipastikan dapat dijalankan dengan tepat dan efektif untuk memastikan bahwa program pelatihan dapat terimplementasi secara efektif.

(5) Lay Out dan Fasilitas Perusahaan
Faktor pendukung atas keberhasilan adalah lay out dan fasilitas perusahaan yang tepat dan efektif. Dimana perusahaan dapat memastikan bahwa kondisi fasilitas tidak mengkontaminasi produk, serta proses dapat terkendali dalam lay out yang tepat.

Bagaimana proses penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menerapkan sistem HACCP secara efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sabtu, 17 Agustus 2019

Mendesain Budaya Keamanan Pangan - Melihat Penerapan FSSC versi 5

Ada yang menarik terkait dengan penerapan FSSC versi 5. Dimana penerapan terkait dengan FSSC dalam versi 5 telah menyentuh budaya organisasi dalam keamanan pangan. 

Ada baiknya dalam penerapannya tidak hanya terfokus ke dalam klausul ataupun persyaratan keamanan pangan lainnya.

Lalu bagaimana perusahaan menjalankan manajemen keamanan pangan dengan sinergi budaya keamanan pangan tersebut.

(1) Mendesain Nilai - Nilai Perusahaan
Nilai- nilai yang akan dicapai tersebut melalui strategi yang terbentuk dari Konteks Organisasi.  Nilai budaya keamanan pangan menjadi pagar penjaga awal dari sistem.

(2)Mendesain Strategi Perusahaan
Perusahaan diminta untuk menyusun strategi yang dilakukan untuk meningkatkan dan meminimalkan resiko yang terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

(3) Mengembangkan Tim Keamanan Pangan sebagai Agen Perubahan
Dalam versi terbaru ini,  perusahaan tidak hanya terfokus kepada aspek keamanan saja namun juga ancaman terkait dengan keamanan dari fraud dan resiko yang ada.

Melihat hal tersebut ada baiknya perusahaan mempergunakan referensi eksternal yang tepat dalam manajemen keamanan pangan.  Agar penerapan tidak hanya terfokus kepada penerapan klausul saja.  (amarylliap@gmail.com,  08129369926)

Selasa, 28 Agustus 2018

Memahami ISO 22000:2018

Pembaharuan atas Sistem ISO 22000:2018 menjadi bagian penting yang perlu menjadi perhatian bagi perusahaan-perusahaan yang telah menjalankan standar Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Lalu bagaimana proses pengembangan dapat dilakukan dengan tepat dalam program revisi yang terbaru.

(1) Mengitegrasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dengan Konteks Organisasi dimana perusahaan diminta untuk melakukan identifikasi terkait dengan issue-issue negatif dan positif dalam perusahaan. 

(2)  Menyusun Sistem Berbasiskan Resiko
Dalam penerapan ISO 22000 versi 2018, proses implementasi dijalankan debgan berbasiskan pada resiko.  Dengan melihat pada konsep tersebut,  status penyusunan sistem dijalankan sesuai dengan kebutuhan pada resiko yang ada.  Sehingga penetapan bahaya tidak hanya terfokus kepada bahaya yang ada,  tetapi juga kepada resiko keamanan pangan.

(3) Menyusun Control Measure yang Terverifikasi
Konsep penerapan dari control measure harus diverifikasi untuk memastikan keefektifannya.  Bagaimana control measure tersebut dapat dipastikan dijalankan tersebut.

(4) Menjalankan Prosedur Verifikasi dan Validasi
Melakukan pemastian bahwa proses verifikasi dan validasi dijalankan pada titik CCP dan OPRP.

Bagaimana konsep dari penerapan ISO 22000  versi 2018 dapat dijalankan?  Pastikan referensi eksternal yang tepat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan keamanan pangan yang tepat dan efektif.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 08 Juli 2018

Memahami ISO 22000:2018

Saat ini penerapan ISO 22000:2005 telah dilakukan proses up grade (pembaharuan) menjadi versi 2018. Terdapat beberapa perubahan yang perlu untuk dicermati oleh perusahaan yang sebelumnya telah mempergunakan ISO 22000:2005 atas perubahan yang dimaksud.  Berikut adalah sekilas informasi yang dapat dipelajari.

(1) Konsep PDCA dalam Sistem
Konsep PDCA yang dikembangkan dalam sistem diselaraskan sesuai dengan perubahan yang dijalankan sesuai dengan ISO 9001:2015. Dimana proses perencanaan yang yang terbentuk dimulai dari konteks organisasi, Leadership (kepemimpinan), perencanaan, serta dukungan proses. Untuk pelaksanaan masuk ke dalam klausul yang terkait dengan operasi. Untuk proses pemeriksaan dilakukan sebagai evaluasi kinerja. Untuk tahapan tindak lanjut dijalankan dalam bentuk klausul improvement.

Membedah kembali isi dari konteks organisasi, dimana perusahaan diminta untuk melakukan proses identifikasi terkait dengan issue internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi intregitas dalam proses penerapan sistem manajemen keamanan pangan.  Aspek leadership juga membahas bahwa proses implementasi atas sistem ditetapkan oleh Top Manajemen tidak melalui penetapan dari Management Representative tetapi kepada penetapan personel yang bertanggung jawab dari proses pelaksaanan sistem sesuai dengan tanggung jawab yang telah dipersyaratkan.

(2) Konteks Organisasi dalam Penerapan Sistem
Proses mendesain Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan sesuai dengan konteks organisasi yang tepat dan efektif.  Melakukan proses analisis terhadap issue internal dan eksternal dilakukan untuk hal yang positif dan negatif sesuai dengan konsep keamanan pangan yang dijalankan dalam perusahaan. Konteks organisasi juga harus dapat mempertimbangkan kebutuhan serta kepentingan dengan pihak lainnya

(3) Evaluasi Sistem
Mempertegas kembali sistem keamanan pangan yang dipergunakan dalam perusahaan. Strategi dan konsep yang dipergunakan adalah dengan melakukan proses validasi, pemantauan serta verifikasi. Validasi adalah proses evaluasi awal yang ditetapkan sebelum sistem dijalankan, proses pemantauan selama proses dijalankan serta proses verifikasi ketika sistem telah dijalankan.

(4) Evaluasi vendor
Penetapan dan proses evaluasi vendor adalah bagian penting yang harus dijalankan sebagai bentuk perbaikan performa dari pemasok tersebut.  Bagaimana proses evaluasi dijalankan dengan penetapan kriteria yang sudah ditetapkan untuk memastikan bahwa proses dijalankan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Sudah siapkah perusahaan Anda untuk melakukan proses pembaharuan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2018. Lakukan proses penetapan referensi eksternal secara tepat untuk memastikan sistem dapat dijalankan dengan baik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Minggu, 27 Mei 2018

Program Sertifikasi HACCP untuk Industri Sarang Burung Walet

Untuk meningkatkan nilai kompetitif dari bisnis industri sarang burung walet, program sertifikasi yang dijalankan dalam perusahaan menjadi suatu persyaratan yang penting untuk menjalankan ekspor produk sarang burung walet. Program sertifikasi adalah proses penting yang pada prinsipnya bukan berorientasi dari sertifikat yang diambil namun lebih kepada bagaimana sistem dijalankan untuk memastikan kesesuaian tersebut dijalankan.

Lalu bagaimana program sertifikasi HACCP dapat dijalankan oleh perusahaan dengan tepat. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh perusahaan.

(1) Melakukan Evaluasi Kebutuhan Sistem
HACCP adalah sistem keamanan pangan. Bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa proses produksi dan pengemasan yang dilakukan adalah dijalankan sesuai dengan prinsip yang ada dalam Sistem HACCP. Penerapan sistem HACCP itu sendiri tidak hanya berorientasi pada proses produksi saja, namun juga terkait dengan proses seleksi dan evaluasi pemasok, detail proses pembantu lainnya yang dapat meminimalkan resiko (seperti maintenance) serta program verifikasi dan validasi yang ditetapkan dalam sistem keamanan pangan.

(2) Program Pelatihan
Perusahaan menjalankan program-program pelatihan yang diwajibkan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Adapun program yang dimaksud adalah pelatihan PRP (seperti personal hygiene dan chemical control), pelatihan terkait dengan bahaya keamanan pangan (seperti dasar-dasar mikrobilogi), serta pelatihan yang terkait dengan pembentukan prilaku dari pengolah industri pangan. Ada baiknya perusahaan mempergunakan konsultan yang tidak hanya membantu dalam menyusun dokumen saja namun juga memastikan bagaimana pelatihan dijalankan.

(3) Program Audit
Dalam proses penerapan HACCP terdapat dua jenis kegiatan audit. Hal tersebut adalah audit internal dan audit eksternal.  Audit internal adalah audit yang dilakukan oleh tim internal perusahaan sedangkan audit eksternal adalah audit yang dilakukan oleh badan sertifikasi.

Adalah penting bagi industri sarang burung walet untuk mempersiapkan secara dini sistem yang lengkap, sesuai dan komprehensif. Tentu saja ini bertujuan untuk dapat memastikan bahwa sistem yang dijalankan tersebut adalah efektif dan mampu dijalankan oleh perusahaan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Senin, 24 Juli 2017

5 Tantangan Penerapan HACCP dalam Bisnis Katering

Apakah saat ini Anda bergerak di bidang Katering/ Food Service? Apakah perusahaan Anda atau unit usaha Anda tertarik untuk menerapkan HACCP?  Sebelum melangkah ke dalam program penerapan sertifikasi keamanan pangan (HACCP), ada baiknya perusahaan dapat memastikan hal apa saya yang patut menjadi bagian penting yang tidak boleh dilupakan oleh pengelola Catering Service.

(1) Pengendalian Kebersihan
Produk-produk catering cenderung memiliki tingkat resiko keamanan yang tinggi.  Pola pengelolaan kebersihan dan sanitasi menjadi bagian penting untuk dipastikan terjaga.  Suatu transformasi besar bagi industri catering untuk memastikan pola pengelolaan "dapur" dari yang dahulu bersifat konvensional menjadi dapur yang terkelola dan peduli keamanan pangan.

(2) Kualitas Sumber Daya Manusia
Memastikan bahwa kualitas SDM terkelola dengan baik. Pemahaman atas bagaimana konsep pengelolaan keamanan pangan dijalankan adalah menjadi bagian penting untuk dapat dioptimalkan oleh perusahaan.  Peningkatan kualitas terkait SDM tersebut menjadi bagian penting atas bagaimana pencegahan atas seluruh resiko yang mungkin terjadi pada pengelolaan.

(3) Manajemen Pembelian
Melakukan proses pembelian dijalankan untuk memastikan seluruh pemasok yang memasukkan material mematuhi dan menjalankan seluruh persyaratan yang ditetapkan standar keamanan pangan.  Pengelolaan produk yang dipergunakan bahan baku adalah penting untuk dipastikan memenuhi standar persyaratan keamanan pangan.

(4) Penyajian dan Transportasi Produk
Bagaimana perusahaan memastikan bahwa proses penyajian dan transportasi produk dijalankan untuk memastikan bahwa produk aman. Memastikan temperatur dan penanganan selama penyajian dan transportasi dijalankan untuk dapat memastikan produk aman untuk dikonsumsi.

(5)Rantai Proses
Memastikan rantai urutan proses dijalankan secara aman dan tidak terjadi kontaminasi silang pada proses yang dijalankan tersebut.  Melakukan pengendalian secara efektif untuk dapat menghindari adanya proses kontaminasi silang yang dapat muncul dalam rantai proses tersebut.

Bagaimana dengan kebutuhan perusahaan Anda atas keamanan pangan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat meningkatkan standar keamanan pangan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Rabu, 21 Juni 2017

Memahami Jenis Sertifikasi Keamanan Pangan

Tanggal 15 Desember 2016, pemerintah telah mencanangkan kewajiban bagi setiap industri pangan untuk dapat menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Bagi pelaku industri pangan, untuk dapat meningkatkan sistem manajemen keamanan pangan, adalah penting untuk dapat memastikan jenis sertifikasi yang dipergunakan oleh industri pangan.

Terdapat 3 (tiga) kelompok sertifikasi yang umum untuk dipergunakan terkait dengan manajemen keamanan pangan.  Berikut ini adalah penjelasan 3 (tiga) jenis sertifikasi yang dimaksudkan tersebut.

(1) Sertifikasi Non GFSI
Sertifikasi ini bukanlah jenis sertifikasi yang menjadi standar persyaratan yang dikeluarkan oleh GFSI (Global Food Safety Initiative).  Sedikit berbeda dengan sistem GFSI, penerapan non GFSI masih mempergunakan batasan keamanan pangan lebih berdasarkan pada konsep verifikasi yang ditetapkan oleh pelanggan.  Sertifikasi yang termasuk dalam Non GFSI adalah sertifikasi HACCP dan sertifikasi ISO 22000.

(2) Sertifikasi GFSI
Sertifikasi ini menggunakan panduan yang diterbitkan oleh GFSI.  Konsep keseragaman atas PRP menjadi poin penting dalam implementasinya di luar dari program verifikasi yang dijalankan oleh perusahaan.  Tersedianya aspek penyatuan atas konsep fraud dan food security yang menjadi bagian penting dalam implementasi standar GFSI. Adapun contoh dari sertifikasi GFSI adalah FSSC, BRC dan IFS.

(3) Sertifikasi Sustainability
Selain terkait dengan keamanan pangan, beberapa sertifikasi juga memasukkan prinsip sustainability yang terkait dengan lingkungan.  Dimana perusahaan diminta untuk mengintegrasikan antara keamanan pangan, lingkungan serta ethical.  Sistem sertifikasi ini seperti pelakasanaan sertifikasi untuk BAP (Best Aquaculture Practice) dan Friends of The Sea.

Jenis sertifikasi yang dipilih oleh perusahaan dapat dipertimbangkan berdasarkan pada kepentingan serta persyaratan pelanggan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan program sertifikasi di dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)