Sabtu, 27 Agustus 2016

Memahami Perbedaan Verifikasi dan Validasi dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000, seringkali kita menemukan istilah verifikasi dan validasi. Lalu apa perbedaan verifikasi dan validasi? Serta kapan saat yang tepat bagi perusahaan untuk menjalankan tahapan verifikasi dan kapan saat yang tepat bagi perusahaan untuk menjalakan proses validasi?

Sebelum membahas perbedaan yang dimaksud. Ada baiknya, kita memahami terlebih dahulu definisi dari verifikasi dan validasi. Berikut adalah penjelasan lebih detailnya.

(1) Verifikasi
Verifikasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur efektifitas atas sistem pengendalian yang disusun oleh perusahaan.  Dimana proses verifikasi tersebut dapat dilakukan dengan mengkonimbinasikan satu atau lebih dari dua pengukuran. Contoh seperti memadupadankan antara hasil pemeriksaan proses dengan hasil uji mikrobiologi produk, atau membandingkan antara desain sanitasi yang telah disusun.

(2) Validasi
Validasi adalah kegiatan menjalankan proses pemastian (konfirmasi) yang dapat dilakukan melalui referensi maupun dengan hasil evaluasi proses yang dilakukan. Validasi dapat dilakukan pada saat awal penyusunan suatu sistem, proses ini seringkali disebut dengan initial validation, sedangkan terdapat proses validasi yang dilakukan setelah proses dijalankan.  Sehingga validasi dapat digambarkan sebagai bentuk dari contoh proses verifikasi.

Lalu bagaimana tahapan menjalankan proses verifikasi dan validasi yang tepat?

Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan, hal yang selalu menjadi bagian terpenting dari tahapan proses adalah dengan memastikan effective control.  Tahapan proses verifikasi sebagai bagian untuk mengevaluasi pengendalian yang dilakukan harus dapat dipastikan terdesain dalam selang waktu tertentu dan terukur secara tepat untuk memastikan kesesuaian atas pengendalian sistem yang dilakukan.

Dalam beberapa hal program verifikasi dapat dijalankan oleh pihak eksternal, seperti audit eksternal, konsultan ataupun laboratorium penguji eksternal untuk dapat memastikan kesesuaian atas sistem pengendalian tersebut.  Sedangkan untuk proses validasi, perusahaan dapat menjalankan sistem analisis referensi, pengalaman ataupun expert judgemen (dalam hal ini dapat melalui auditor ataupun konsultan).

Namun satu hal yang pasti bagi perusahaan adalah pemastian bahwa perusahaan wajib untuk mendesain sistem validasi dan verifikasi secara tepat dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat bagi perusahaan dalam menjalankan sistem validasi dan verifikasi perusahaan tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

1 komentar:

  1. Masih gagal paham jg saya mengenai 2 hal ini...tolong bikin contoh kasus bisa?

    BalasHapus