Lalu bagaimana dengan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam industri kemasan dijalankan? Tidak berbeda dengan penerapan ISO 22000 pada industri pangan, dalam konsep penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan sesuai dengan prinsip yang mendasari program HACCP.
Berikut beberapa langkah implementasi yang dapat dilakukan oleh industri kemasan ketika melakukan program implementasi sertifikasi ISO 22000.
(1) Pre Requisite Program
Aplikasi dari penerapan Pre Requisite Program dijalankan berdasarkan pada analisis resiko yang ditetapkan dalam penetapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Tentu saja akan muncul perbedaan yang kuat antara produk kemasan primer dan produk kemasan sekunder berdasarkan pada konsep resikonya.
(2) Risk Control
Komponen utama atas resiko yang muncul dalam industri kemasan adalah faktor pengendalian yang terkait dengan bahaya kimia dan fisik. Dibandingkan dengan faktor kontaminan mikrobiologi, kemasan memiliki prioritas utama atas pengendalian bahan kimia. Pembatasan jenis bahan kimia yang dipergunakan serta pengendalian pemakaiannya adalah faktor yang penting yang dipergunakan sebagai pengendalian atas bahaya yang signifikan.
(3) Personel Hygiene
Kendali atas personel hygiene memiliki standar yang diaplikasikan berdasarkan pada level area resiko. Pengendalian personel hygiene dipastikan dilakukan dengan tujuan untuk dapat meminimalkan faktor resiko yang muncul dalam kemasan.
Dengan memahami teknik implementasi yang tepat, penerapan ISO 22000 tidak hanya dapat melindungi produk Anda namun juga dapat meningkatkan nilai jual dari bisnis industri kemasan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar